Bogor – Enam tahun di pasar Indonesia, PT Honda Prospect Motor (HPM) mengklaim bahwa Mobilio sudah tua. Jadi, tidak mengherankan jika mobil keluarga dengan logo H ini semakin disusul oleh para pesaingnya.

Generasi kedua Mobilio berbasis Brio diperkenalkan pada September 2013, tepatnya di International Motor Show 2013 (varian RS satu tahun kemudian). Hingga hari ini, penampilan mobil hanya sedikit berubah (pada 2017 ada tiga varian baru). DNA atau jiwa mobil keluarga yang dinamis dipertahankan.

Di sisi lain, pesaing Mobilio terus meningkatkan untuk membawa mobil keluarga yang lebih baik. Hingga akhirnya ada penantang baru, Mitsubishi Xpander dan Wuling Confero. Ini membuat Mobilio lebih tertinggal oleh penjualan.

Melihat data partai besar Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo), distribusi Honda Mobilio dari pabrik ke dealer mencapai 2.026 unit pada Februari 2019. Angka ini menunjukkan Mobilio berada di peringkat kelima secara nasional di segmen mobil keluarga di bawah Toyota Avanza, Mitsubishi Xpander, Daihatsu Xenia , dan Suzuki Ertiga.

Namun menurut Direktur Pemasaran dan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy, sayatan itu tidak masalah. Faktanya, itu cukup baik dengan kondisi Mobilio lama.

"Jika konsumen tidak mau, waktu kita harus dipaksakan. Kami memiliki produk tertentu yang dapat menjadi daya tarik dan kami tawarkan kepada pembeli," katanya di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/3) / 2019).

Jonfis melanjutkan, meskipun Mobilio sudah cukup tua, masih banyak yang tertarik. Pada dasarnya, mobil keluarga menargetkan tiga kategori konsumen, yaitu pengguna harian, pembeli pintar, dan trendsetter.

"Mobilio tidak menargetkan kategori nomor tiga (trendsetter), tetapi untuk pengguna harian dan pembeli pintar. Itulah sebabnya Mobilio masih diminati. Karena masih ada yang membutuhkan Mobilio," kata Jonfis.

"Produk baru hanya menargetkan trendsetter, memang besar, tetapi dapat dilihat pada tahun kedua, ketiga dan bahkan kelima akan menurun. Tetapi konsumen trendsetter sangat besar, hingga 80 persen," lanjutnya.

Lalu kapan Mobilio akan mengalami perubahan besar? Mengenai hal ini, Jonfis tidak dapat mengkonfirmasinya. Apa yang bisa dia harapkan adalah kondisi pasar akan lebih baik setelah Pemilu (Pemilu).

"Ya, siklus hidup mempengaruhi penjualan. Tapi ini ada hubungannya dengan konsumen yang masih menunggu dan melihat untuk konsumsi. Saya mengerti bahwa pemerintah mengeluarkan indikator yang cukup positif, semua jenis ekonomi, dan itu cukup baik," kata Jonfis. (ruk / rgr)