Manila –

Pasar otomotif Asia Tenggara mulai menunjukkan persaingan yang ketat. Setelah merek Amerika Serikat, Chevrolet, menyerah di Indonesia dan Thailand, kini giliran Honda untuk memutuskan untuk mengakhiri produksi mobil di Filipina.

Dalam pernyataan resmi, Honda Cars Philippines, Inc. (HPCI) mengumumkan akan menghentikan operasi produksi di Sta. Rosa, Laguna, selatan ibukota Manila, Filipina. Pabrik akan ditutup pada Maret 2020.

"Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan Honda di Filipina untuk produk yang terjangkau dan berkualitas tinggi, Honda mempertimbangkan alokasi dan distribusi sumber daya yang efisien. Karena itu, setelah mempertimbangkan upaya optimalisasi dalam operasi produksi di wilayah Asia dan Oseania, Honda telah memutuskan untuk menutup operasi manufaktur HCPI, "tulis Honda dalam sebuah pernyataan akhir pekan lalu.

Walaupun pabriknya ditutup, Honda terus menjual penjualan mobil dan layanan purna jualnya di Filipina. Honda akan memanfaatkan jaringan regional Honda Asia dan Oseania untuk memasok mobil ke negara tersebut.

"Honda akan terus menyediakan produk yang sangat menarik bagi para pelanggannya di Filipina dan terus memberikan kontribusi kepada masyarakat setempat, yang telah menjadi upaya berkelanjutan selama 50 tahun terakhir sejak Honda didirikan di Filipina," tulisnya.

Pabrik Honda di Filipina mempekerjakan sekitar 650 karyawan. Sebelumnya, pabrik memproduksi mobil penumpang seperti Honda BR-V dan Honda City.

Reuters melaporkan, Filipina adalah pasar yang relatif kecil dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Indonesia dan Thailand. Program insentif pajak pemerintah yang diluncurkan pada 2015 gagal meningkatkan produksi mobil lokal negara tersebut.

Lihat videonya "Astra Honda Memperlihatkan 12 Nama Pembalap Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / din)