Jakarta – Sedan di Indonesia tampaknya semakin tidak tergerak meski berbagai rangsangan telah diberikan. Salah satu alasannya adalah skema pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) yang tidak ramah.

Meski begitu, sedan tetap diminati para pecinta mobil atau penggemar mobil dan perusahaan tertentu, terutama untuk kalangan atas. Namun, ini tidak lantas membuat PT Honda Prospect Motor (HPM) tertarik memproduksi sedan di pabrik-pabrik domestiknya.

"Sedan seperti diketahui bahwa semakin lama, persentasenya lebih kecil. Dibandingkan dengan jumlah unit mungkin besar. Dibandingkan dengan 20 tahun yang lalu mungkin juga terlihat besar (sekitar 3 persen kontribusi) tetapi pada tahun itu jumlah mobil penjualannya 400.000. satu juta, "kata Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Purna Jual Honda Prospect Motor di Jakarta.

"Ya, sedan itu masih ada karena sebagian besar pecinta mobil, loyalis dan penggemar mobil bermain di sana. Beberapa perusahaan juga masih menggunakan sedan, terutama di bos mereka. Rasanya tidak enak, jika rapat membawa mobil MPV. sedan, "lanjutnya.

Tetapi ketika berbicara tentang ukuran pasar sedan di Indonesia, Honda tidak ingin segera menaruhnya di pabrik mereka di negara ini.

"Ketika berbicara tentang sedan pasar, ya ada. Tetapi jika diproduksi di sini, itu tidak dapat digunakan dalam diri kita. Tidak cukup volume, itu tidak efisien. Karena, dasar kita bukan negara-negara sedan, pola pikir telah memasuki otak ( sedan adalah mobil yang mahal), "kata Jonfis.

"Apa yang harus dilakukan juga (sedan) akan sulit untuk dipindahkan daripada ke MPV atau SUV. Tren di dunia juga sekarang adalah crossover SUV, tetapi kita harus mempertahankannya karena ada konsumen loyalis Honda yang tetap di sana (memilih sedan) ) (ruk / rgr)