Jakarta –

Dua perusahaan raksasa Korea Selatan, Hyundai Motor Group dan LG sedang mempertimbangkan untuk mendirikan usaha patungan untuk sel baterai mobil listrik di Indonesia. Rencana ini diajukan oleh seorang sumber yang tahu secara langsung tentang hal ini kepada Reuters.

Sumber tepercaya ini sayangnya menolak untuk memberikan informasi lebih lanjut ketika ditanya tentang kapasitas dan ukuran investasi pabrik.

Masalah ini mulai meledak ketika Hyundai berusaha mengamankan pasokan baterai mobil listrik. Hyundai melihat peluang di masa depan untuk meningkatkan penjualan mobil listrik karena lebih banyak negara memberikan subsidi dan ingin mengurangi emisi karbon.

Sementara itu, LG dikenal cukup dekat dengan pembuatan baterai mobil listrik. LG dikenal sebagai pemasok General Motors dan baterai mobil listrik Geely Automobile.

Ketua Grup LG Koo Kwang-mo bertemu dengan Wakil Ketua Eksekutif Hyundai Motor Group Euisun Chung pada hari Senin. Pertemuan tersebut berisi agenda untuk membahas kerja sama dalam baterai EV, termasuk teknologi baterai di masa depan.

LG Chem dan Hyundai Motor Group mengkonfirmasi pertemuan tersebut tetapi mengatakan tidak ada keputusan akhir tentang potensi bisnis.

Usaha patungan sel baterai ini akan menjadi yang pertama bagi Hyundai. Rencana untuk membangun pabrik aki mobil listrik di Indonesia adalah langkah terbaik bagi Hyundai karena di sini mereka bekerja di pabrik. Selain itu, sumber daya nikel yang merupakan bahan untuk membuat aki mobil listrik berlimpah di Indonesia.

Pabrik Hyundai di Indonesia saat ini sedang dibangun di tengah pandemi virus Corona. Pembangunan pabrik, yang berlokasi di Kota Deltamas, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat, ditargetkan selesai pada akhir tahun 2020, sehingga Hyundai Indonesia dapat menjual produk mereka tahun depan.

Lihat video "Hyundai Kona, SUV Gaul Terbaru"
[Gambas:Video 20detik]
(rip / lth)