Pabrik di Singapura akan menjadi fasilitas untuk memproduksi Hyundai Ioniq 3.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL – Hyundai merupakan merek yang cukup agresif di pasar mobil listrik. Keseriusan ini juga dibuktikan dengan dibangunnya pabrik baru Hyundai yang dikhususkan untuk memproduksi kendaraan listrik (EV).

Dilansir dari Electrive, Selasa (18/8), pabrik baru itu sendiri rencananya akan dibangun di Singapura. Pabrik baru tersebut diproyeksikan akan menjadi fasilitas untuk memproduksi Hyundai Ioniq 3.

Rencananya fasilitas produksi mulai beroperasi pada 2022. Pabrik baru tersebut ditargetkan mampu mencapai kapasitas produksi hingga 30 ribu unit per tahun.

Dari seluruh produk yang diproduksi, 6 ribu unit akan digunakan untuk mengisi pasokan pasar Singapura. Selebihnya, hasil pabrik akan didistribusikan ke sejumlah negara di sekitar Singapura.

Rencananya pabrik seluas 28 ribu meter persegi itu akan mulai dibangun pada Oktober 2020. Semula proses konstruksi akan dimulai pada Mei namun rencana itu terpaksa diundur karena pandemi corona.

Hyundai memilih Singapura sebagai salah satu basis produksinya dengan alasan. Keputusan ini ternyata merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah Singapura yang berkomitmen mendukung pengembangan EV.

Komitmen ini dibuktikan dengan sejumlah insentif yang disiapkan khusus untuk EV. Strategi tersebut dilakukan untuk menghentikan kendaraan konvensional pada tahun 2040.

Selain itu, Singapura terus menggenjot pertumbuhan fasilitas pengisian baterai. Saat ini Singapura telah memiliki 1.600 stasiun pengisian dan ditargetkan jumlahnya akan meningkat hingga 28 ribu titik pada tahun 2030.