Truk hidrogen dari Hyundai telah dipasarkan di Swiss.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL – Dalam menghadirkan kendaraan ramah lingkungan, para insinyur di dunia otomotif punya sejumlah alternatif. Salah satu alternatif yang dinilai optimal adalah melalui kendaraan berbahan bakar hidrogen.

Dilansir dari Car Advice, Rabu (7/10), salah satu pabrikan yang menghadirkan kendaraan hidrogen adalah Hyundai. Pabrikan Korea juga mengembangkan truk hidrogen dan mulai memasarkannya.

Pada tahap awal, truk hidrogen dari Hyundai sudah dipasarkan di Swiss. Total, ada tujuh unit truk bernama Xcient yang sudah dikirim ke Swiss.

Pengiriman akan dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun 2020. Ditargetkan sebanyak 50 unit truk sel bahan bakar akan dikirim tahun ini ke Swiss. Tahun depan, Hyundai juga menargetkan bisa memproduksi 2 ribu unit truk tersebut.

Hyundai sendiri sengaja menghadirkan produk ini karena melihat teknologi hidrogen menjadi alternatif yang cukup memadai. Karena itu, Hyundai juga berencana menghadirkan kendaraan penumpang berbasis mesin hidrogen.

Rencana kendaraan yang mengubah reaksi kimia menjadi energi listrik juga masuk dalam komitmen Hyundai pada pasar mobil listrik. Pada 2025, pabrikan telah berkomitmen untuk memproduksi setengah juta unit kendaraan listrik.

Mengenai truk Xcient, truk tersebut merupakan truk dengan tangki hidrogen dengan kapasitas 33 kilogram. Artinya, truk yang mampu dipacu hingga kecepatan 85 kilometer / jam ini memiliki daya jelajah sekitar 400 kilometer.

Terkait powertrain, truk dengan tonase sekitar 36 ton itu dibekali motor listrik 350 kW dengan torsi 3400 Nm. Selain itu, truk ini juga didukung oleh baterai 73,2 kWh dan transmisi otomatis enam percepatan.