Jakarta – Pada 2013 puncak city car car dijual di Indonesia. Namun semakin di sini, penjualan justru menurun. City car tidak lagi trendi, kalah dari Low Cost Green Car, mobil berbiaya rendah, yang cenderung lebih murah.

Penjualan city car kembali bergairah setelah kedatangan pendatang baru Ignis Suzuki. Ditulis dalam data distribusi partai besar Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo) sebelum Ignis tiba tepat pada tahun 2016, pasar city car di Indonesia hanya mampu menjual 22.434 unit.

Kemudian pada 2017, setelah Ignis hadir secara total city car terjual 32.047 unit.

"Tepat sejak kemunculannya pada tahun 2017 pasar city car memang telah berkembang pesat dan kontributor terbesarnya adalah Ignis," kata Kepala Bagian Divisi Pengembangan Produk Roda Empat PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Harold Donnel ketika dihubungi detikOto, Jumat (5/6). 08/08/2019).

Kalah dengan LCGC, ada beberapa produsen yang menarik city car mereka karena mereka tidak dapat bersaing. Sebelumnya ada Toyota yang menghentikan produksi Etios karena lebih fokus pada Agya. Setelah itu, Mitsubishi mengumumkan bahwa mereka tidak lagi menjual Mirage.

"Pasar Ignis kami masih bagus, penyerapan pemesanan kendaraan masih setara dengan kondisi tahun lalu," kata Harold.

Masih dalam data Gaikindo, penjualan Ignis sendiri menurun, meskipun tidak terlalu drastis. Jika pada 2017 Suzuki bisa menjual 14.157 unit, sedangkan pada 2018 akan berjumlah 13.802 unit. (kering / ddn)