Jakarta – Samsat Jakarta Barat bersama dengan Dinas Pendapatan dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, memeriksa alamat mobil mewah Porsche yang menunggak pajak. Importir umum yang menjual mobil mewah di Indonesia setuju dengan langkah ini.

Seperti yang disampaikan oleh Direktur Utama Prestige Motorcars, Rudy Salim kepada detikOto, Senin (24/12/2018).

"Saya sangat setuju, karena untuk menciptakan ekosistem yang baik, pemilik mobil harus membayar pajak sesuai dengan tanggal berakhirnya Nomor Registrasi Kendaraan (STNK) dan harus menggunakan nama pribadi," kata Rudy.

Rudy mengakui kenyataan di lapangan masih banyak pemilik kendaraan mewah yang mengakali pajak progresif.

"Ada banyak praktik di bidang pemilik mobil yang menggunakan nama orang lain, untuk menghindari pajak progresif," kata Rudy.

"Menurut saya, sebagai pengusaha otomotif, hal ini tidak mulia dan harus segera diatasi demi pembangunan bangsa. Masa pembelian sapi tidak bisa membeli tali, asalkan mereka bisa membeli mobil mewah, mereka tidak bisa membayar pajak, "tambahnya.

Rudy juga menjamin bahwa setiap pembelian mobil melalui Importir Umum Prestise (IU) harus menggunakan nama pribadi pemilik kendaraan.

"Kami sendiri di Prestige sangat kritis dan tidak dapat melakukan transaksi, jika menggunakan nama orang lain," simpul Rudy.

Seperti dilaporkan sebelumnya oleh detik.com, Samsat Jakarta Barat bersama dengan Dinas Pendapatan dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta memeriksa alamat mobil mewah Porsche di tunggakan pajak. Tetapi ada penyimpangan karena alamat yang dimaksud adalah kontraksi semipermanen dengan dinding kayu lapis dan seng.

Cek itu dilakukan pada Minggu (23/12/2018). Pemilik Porsche bernama Aliyah, beralamat di Jalan Karya Barat IV, RT 09 RW 03, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Tetapi petugas tidak menemukan pemilik rumah karena dia berada di luar kota.

"Saya akan mencari lagi pada hari Rabu (26/12) setelah ibu Aliyah kembali ke Jakarta," kata Kepala Unit Pelayanan Pajak dan Transfer Kendaraan Bermotor (PKBKB) Jakarta Barat Elling Hartono saat dihubungi oleh AFP, Senin (24/12) ))

Tipe Cayman Porsche memiliki nilai jual kendaraan bermotor (NJKB) sebesar Rp 1,1 miliar. Sementara itu, kendaraan itu menunggak pajak satu tahun senilai Rp. 28 juta.

Dari informasi warga setempat dan Ketua RT 09, Aliyah dan kepergiannya tidak punya mobil. Ia hanya memiliki sepeda motor.

"Sepertinya, pemilik mobil asli meminjam KTP. Tapi kami akan memastikan lagi pada hari Rabu," kata Elling.

Selain itu, Elling mendapat penyimpangan lain karena suami Aliyah, Andi, memiliki mobil Jaguar. Tetapi mobil telah membayar pajak.

"Setelah ditelusuri dari basis data kami, suaminya, Andi, memiliki Jaguar, tetapi sudah membayar," kata Elling. (lth / ddn)