Jakarta –

Malaysia telah menyiapkan prototipe mobil nasional ketiganya. Namun, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan ia tidak akan meluncurkannya.

Hal ini diungkapkan oleh Mahathir setelah menyampaikan Kebijakan Otomotif Nasional (RAN) 2020 ke media. Desain mobil akan ditunda sebelum diluncurkan sambil mencari kapitalis ventura dan pihak swasta.

"Kami sedang menunggu investor karena saat ini, pemerintah tidak berniat untuk berinvestasi. Kami mengundang investor dengan pandangan ke depan untuk masa depan kendaraan bermotor kami dan kami siap dengan teknologi baru yang akan membuat mobil nasional baru ini kompetitif," Dr Mahathir seperti dikutip oleh Star

Sejak kembali berkuasa pada pemilihan Mei 2018, Mahathir telah secara terbuka memprakarsai mobil nasional ketiga dan menggembar-gemborkannya sebagai sarana untuk meningkatkan sektor manufaktur Malaysia.

Mahathir menambahkan bahwa mobil baru itu akan menekankan penelitian dan pengembangan dan penggabungan teknologi terbaru untuk menjadi kompetitif di dalam negeri dan global.

"Kelompok teknologi baru dan tenaga ahli baru, khususnya di bidang teknik otomotif, akan dikembangkan secara konsisten," katanya.

Kendaraan baru ini diharapkan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan ekonomi negara. Mobil nasional baru ini akan menciptakan permintaan akan bahan-bahan seperti baja bermutu tinggi, plastik, produk karet dan petrokimia, yang akan merangsang pertumbuhan lebih lanjut dari sub-sektor ini.

Mobil nasional ketiga Malaysia juga tidak dekat dengan investasi asing. "Sekarang, kemajuan tidak hanya dibuat di Jepang tetapi juga di negara-negara lain termasuk Cina, Korea dan negara-negara Eropa. Kami akan bekerja dengan negara-negara yang memiliki teknologi unik," kata Mahathir.

Selama masa jabatan pertamanya sebagai perdana menteri, Mahathir telah mendirikan Proton. Mobil nasional pertama Malaysia didirikan pada tahun 1983 sebagai katalis untuk industrialisasi.

Pada tahun 2017, perusahaan induk Proton, DRB-HICOM menjual 49,9 persen sahamnya ke Zhejiang Geely Automobile Holdings. Mahathir menyesali hal ini karena dia merasa telah kehilangan anak yang dibesarkannya.

Setelah Proton, Malaysia melahirkan Perodua yang didirikan pada tahun 1992. Selain mobil Malaysua, Malaysia juga memiliki perusahaan sepeda motor nasional Modenas.

Tonton Video "Impian Erdogan Direalisasikan, Turki Sekarang Memiliki Mobil Listrik Nasional"
[Gambas:Video 20detik]
(rip / lth)