Kondisi industri otomotif Indonesia mulai membaik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Industri otomotif kini memasuki tahap pemulihan.
Direktur Pemasaran 4W PT SIS, Donny Saputra mengungkapkan, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan terjadi penurunan jumlah penjualan pada periode Maret-April 2020 dan saat ini sedang memasuki masa pemulihan.

Gaikindo menjelaskan, pada Maret-April 2020 pasar turun 600 ribu. Di Suzuki pada masa pandemi ini dibagi menjadi tiga periode, yaitu periode adaptasi sebagai periode awal pandemi, kemudian periode Transisi, setelah itu periode masa pemulihan, "kata Dony saat melakukan obrolan virtual dengan Forum Jurnalis. Automotive Indonesia (FORWOT), Rabu (30/9).

Dony melanjutkan, pada masa adaptasi terjadi penurunan pada periode April-Mei yang biasa disebut kondisi negatif. Kemudian pada periode Juni-Juli yang disebut Suzuki periode kedua, kondisi industri otomotif Indonesia mulai membaik.

“Semoga periode ketiga yaitu Agustus-September semakin membaik hingga akhir tahun ini,” ujarnya.

Dony menilai untuk memulihkan keadaan, tidak hanya pemerintah yang harus berperan, tetapi pabrikan otomotif juga harus ikut berperan.

“Yang bisa mempengaruhi kontraksi pasar selama ini adalah kondisi ekonomi yang saat ini cenderung negatif. Kemudian yang kedua adalah stimulus produk. Stimulus produk merupakan kewajiban produsen. Stimulus ketiga adalah regulasi pemerintah,” ujarnya.

Stimulus produk yang saat ini sedang diusulkan adalah kebijakan baru pajak kendaraan nol persen. Stimulus ini diharapkan dapat berdampak baik bagi kemakmuran dan keberlanjutan industri otomotif Indonesia.

“Jadi kalau ada stimulus pada September – Desember akan mendorong tren positif. Soal resesi pasti ada dampaknya, tapi tetap bagaimana kita bisa meminimalisirnya,” ujarnya.

Sedangkan kehadiran kendaraan niaga dari New Carry Pick Up memiliki peran yang cukup signifikan dari sisi kontribusi ritel, mencapai 55 persen.

Sedangkan kendaraan penumpang dari All New Ertiga berkontribusi 15 persen dan Suzuki XL7 11 persen. Kontribusi besar kendaraan niaga didorong oleh kebutuhan pendapatan perusahaan.

sumber: antara