Jakarta –

Akhir-akhir ini, banyak orang yang berolahraga menggunakan sepeda. Pengendara sepeda di Jakarta juga diberikan fasilitas khusus. Bahkan masyarakat diharapkan naik sepeda untuk mobilitas.

Pengguna kendaraan bermotor harus tahu, keselamatan pengendara sepeda dilindungi oleh hukum. Pengguna kendaraan bermotor seperti mobil atau sepeda motor harus memprioritaskan keselamatan pengendara sepeda.

Sama seperti pejalan kaki, keselamatan pengendara sepeda harus diutamakan. Hal itu tertuang dalam UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Ditulis dalam Pasal 106 ayat 2 UU No. 22 tahun 2009, pengguna kendaraan bermotor harus memprioritaskan keselamatan pejalan kaki dan pengendara sepeda.

Mengutamakan keamanan pengendara sepeda dan pejalan kaki bukan tanpa alasan. Menurut instruktur keselamatan berkendara dan pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, pengendara sepeda lebih diutamakan daripada keselamatan karena mereka rentan.

"Dari pengguna jalan, kategori atau tingkat risiko pejalan kaki, pengendara sepeda adalah risiko nomor satu (terbesar), karena mereka sangat rapuh. Jadi mereka diprioritaskan. Itu berlaku internasional di negara mana pun. Kita harus memberikan prioritas (keamanan) kepada pengendara sepeda "Bukan karena mereka eksklusif, tetapi karena mereka rentan terhadap cedera," kata Jusri kepada AFP, beberapa waktu lalu.

Jusri juga mengingatkan agar pengguna sepeda jangan berkumpul untuk menutup jalan. Cara mengerumuni badan jalan mengancam pengendara sepeda itu sendiri dan pengguna jalan lainnya. Jadi, lebih baik berbagi satu sama lain di jalan raya, karena pengguna jalan bukan hanya diri kita sendiri.

Lihat video "Pelanggar Jalur Sepeda Terancam oleh Lalu Lintas, Apa Kata Penduduk?"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / lua)