Jakarta – Baterai adalah komponen penting untuk memasok listrik seperti lampu kepala, lampu masuk, dan lampu indikator lainnya. Tentu saja pemeliharaan baterai dianggap perlu untuk mempertahankannya dalam kondisi prima, tetapi untuk jenis baterai kering dapat dikatakan bebas perawatan atau gratis.

Namun, seperti diungkapkan oleh Hendra Susanto, pendiri Wuling Club Indonesia (WLCI) adalah salah satu keluhan anggota, seperti kondisi baterai cepat. Hendra, yang juga memiliki bengkel 10 tahun yang lalu, memiliki caranya sendiri untuk menghadapinya.

"Kilometer hampir 30 ribu, saya ingin digunakan dua tahun, teman-teman (pengguna Wuling) rata-rata mengganti baterai, mereka mau pakai apa saja, saya bilang pakai kotak hitam," canda Hendra sambil tertawa.

"Sebenarnya saya hanya menggunakan Voltage Stabilizer, fungsinya untuk menstabilkan tegangan alternator yang cenderung tinggi atau rendah," kata Hendra.

"Sekarang dengan stabilizer tegangan (naik turunnya voltase) itu akan distabilkan, misalnya ketika starter awal, baterai akan bekerja lebih keras, sekarang dengan perangkat ini berupa kapasitor bank untuk menstabilkan arus listrik akan suplai, buat voltase baterai lebih stabil, "jelas Hendra.

Hal-hal penting lainnya juga perlu dipertimbangkan penggunaan aksesoris yang mempengaruhi beban baterai.

Hendra juga menyarankan bahwa jika tidak menggunakan mobil untuk jangka waktu yang lama lebih baik untuk melepaskan kabel baterai mobil dari terminal penghubung.

Ini bertujuan untuk menghindari listrik terus menerus. Jika dibiarkan tidak dicentang, aki mobil akan ditarik berlebihan atau basah kuyup.

Jumper infografis dari apa yang disebut baterai mobil Foto: Mindra Purnomo (riar / ddn)