Jakarta – Kondisi jarak atau kilometer pada speedometer biasanya menjadi referensi bagi sebagian orang yang ingin membeli sepeda motor bekas. Tapi ternyata itu bukan patokan ketika membeli Kawasaki Ninja 250 FI dalam kondisi lama atau sebagai dijual kembali.

"Ini tidak bisa ukuran. Karena ada kilometer rendah, ternyata mesinnya tidak bagus karena jarang dirawat. Banyak saya bertemu seperti itu," kata mekanik dan tenaga penjual showroom motor bekas Aris Motorsport. , kepada detikOto di Bekasi, Selasa (11/13/2018)

Menurut Iwan, bagaimana mengetahui kondisi Ninja 250 FI yang baik atau tidak, dapat diidentifikasi dengan karakteristik fisiknya. "Karakter Ninja 250 sebagus yang terlihat dari karakteristik fisiknya. Misalnya bantalan rem, rem cakram, ban, dan rantai, itu masih bukan komponen yang bagus," jelas Iwan, yang telah berada di bisnis membeli dan menjual ninja yang digunakan selama delapan tahun.

Sementara dari segi mesin, umumnya Ninja 250 FI tidak memiliki penyakit khusus yang menjadi bawaan.

"Mesin sejauh ini tidak ada masalah, hanya kadang Ninja 250 memiliki penyakit di baterai, starter dinamo, dan tikungan," lanjut Iwan.

Dan itu bukan disebabkan oleh cacat pabrik. "Itu karena sepeda motor jarang digunakan. Namanya Ninja, itu sepeda motor hobi. Ini digunakan seminggu sekali. Jadi komponen listrik seperti baterai cepat rusak," jelasnya.

Untuk mengatasi masalah ini biayanya cukup murah.

"Biaya perbaikan murah juga Rp 300 ribu juga bisa didapat. Sama dengan Bendik Rp 150 ribu. Dinamo starter bisa menggunakan yang lama, karena bisa dilayani," pungkas Iwan.

Nah, selain memperhatikan kondisi fisik dan kelistrikan sepeda motor, apa yang perlu diperhatikan Otolovers juga saat membeli Ninja 250 FI sekarang adalah tentang ketersediaan dokumen hukum.

Untuk administrasi yang tertib, pastikan penjual menyertakan faktur pembelian, BPKB, STNK, termasuk pajak sepeda motor, baik tahunan maupun lima tahunan. (lua / kering)