Sepeda motor modern bergaya klasik adalah andalan APM dalam menangkap pasar potensial

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bagi sebagian orang yang memiliki sepeda motor bukan hanya sarana transportasi sehari-hari. Tapi itu telah menjadi ekspresi identitas pemiliknya. Tidak mengherankan, di jalanan sering dijumpai berbagai model display motor dengan gaya klasik, retro, modern dan model lainnya.

Seiring waktu, tren pecinta sepeda motor di kategori ini terus berkembang, terutama di kalangan anak muda. Tidak sedikit dari mereka bergabung dengan sepeda motor dan individu. Modifikasi rumah juga muncul mulai dari jasa lukis, hingga modifikasi bentuk dan mesin agar terlihat berbeda.

Potensi ini juga telah dimonitor oleh agen pemegang merek (APM) dalam beberapa tahun terakhir. "Tren terbaru, terutama model costum, terus tumbuh dalam 3 hingga 5 tahun terakhir," kata Thomas Wijaya, Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) di sela-sela Pameran Motor Indonesia di JCC, Rabu (31/10).

Honda sendiri juga memiliki sejumlah produk sepeda motor yang dikenal di Tanah Air. Salah satu yang dipasarkan saat ini adalah Honda Super Cub C 125. Motor bebek yang diminati di tanah air tahun 1970an kembali diproduksi dengan penampilan baru yang segar.

Tampaknya PT AHM ingin menikah dengan gaya klasik yang mencirikan Super Cub C 125 dengan teknologi modern. Perubahan tebal dari penampilan yang tidak lagi menggunakan roda jari, tetapi gaya balap. Kombinasi speedometer yang stylish antara panel dan digital, Menggunakan mesin 4-langkah pendingin udara SOHC, dan sistem pengapian injeksi bahan bakar, 4 kecepatan, dan sistem kunci pintar.

Namun, nuansa klasik dipertahankan dengan model lampu bulat yang dibungkus dalam bingkai stainless-gaya, serta menjadi ciri khas dari Super Cub pada masanya. Tempat duduk tunggal, tampilan suspensi, knalpot dibungkus dengan tampilan vernekel memperkuat kesan klasik.

Ini juga mencakup pecinta produk khusus, serta komunitas klasik untuk memperkuat pemasaran. Sejak diperkenalkan di Gaikindin Indonesia International Auto Expo pada Agustus tahun ini, jumlah pesanan untuk sepeda motor Thailand ini telah mencapai 400 pesanan.

Bagi mereka yang tertarik dengan AHM, mereka siap mengirimkannya mulai tahun depan. "Kami masih belajar untuk model lain," kata Thomas.

Kawasaki juga tidak mau kalah dengan menampilkan beberapa produk klasik dengan penuh semangat sejak beberapa tahun terakhir. Di Indonesia ada tiga model klasik yang ditawarkan oleh pabrikan Jepang. Dalam kelas 175 cc, 250 cc, dan 800 cc.

Sejak 2014 Kawasaki juga memperkenalkan W 250. "Sepeda motor retro klasik akan terus tumbuh dan tren akan lama karena dalam tren retro global juga berkembang," kata Michael Chandra Tanadhi, Wakil Kepala Divisi Pemasaran Promosi dan Penjualan di PT Kawasaki Motor Indonesia.