Jakarta –

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan peraturan terkait penggunaan autoped untuk sepeda listrik melalui Peraturan Menteri (PM) No. 45 tahun 2020 tentang Kendaraan Tertentu yang Menggunakan Motor Berkendara Listrik.

Peraturan tersebut menyatakan bahwa peraturan ini dikeluarkan untuk menjamin keamanan pengguna jenis kendaraan yang dibagi menjadi 5 klasifikasi, yaitu, autoped, skuter listrik, hoverboard, sepeda listrik, dan sepeda roda satu. Tidak hanya itu, penyedia layanan juga diharuskan untuk menjamin keamanan pengguna kendaraan yang kini menjadi tren ini.

Pengguna harus menggunakan helm, dan setidaknya berusia 12 tahun. Ketentuan untuk peralatan kendaraan yang harus dilengkapi dengan kendaraan yang disebutkan di atas dalam pasal 3, meliputi;

(1) Skuter listrik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf a harus memenuhi persyaratan keselamatan termasuk:

Sebuah. lampu utama;
b. posisi lampu atau reflektor di bagian belakang;
c. reflektor cahaya (reflektor) di sebelah kiri dan kanan;
d. sistem rem yang berfungsi;
e. tanduk atau bel; dan
f. kecepatan tertinggi 25 km / jam (dua puluh lima kilometer per jam).

(2) Sepeda Listrik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf b harus memenuhi persyaratan keselamatan termasuk:
Sebuah. lampu utama;
b. reflektor posisi belakang (reflektor); atau lampu
c. sistem rem yang berfungsi;
d. reflektor cahaya (reflektor) di sebelah kiri dan kanan;
e. tanduk atau bel; dan
f. kecepatan tertinggi 25 km / jam (dua puluh lima kilometer per jam).

Hoverboard sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf c harus memenuhi persyaratan keselamatan termasuk:
Sebuah. lampu utama;
b. sistem rem yang berfungsi;
c. perangkat refleksi cahaya; dan
d. kecepatan tertinggi 6 km / jam (enam kilometer per jam).

(4) Unicycle sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf d harus memenuhi persyaratan keselamatan termasuk:
Sebuah. lampu utama;
b. sistem rem yang berfungsi;
c. perangkat refleksi cahaya; dan
d. kecepatan tertinggi 6 km / jam (enam kilometer per jam).

(5) Terbuka sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf e harus memenuhi persyaratan
keamanan meliputi:

Sebuah. lampu utama;
b. sistem rem yang berfungsi;
c. reflektor cahaya (reflektor);
d. lonceng yang mengeluarkan suara dan dapat digunakan tanpa mengganggu konsentrasi pengemudi; dan
e. kecepatan tertinggi 6 km / jam (enam kilometer per jam).

Oke, selain berbagai perangkat dan ambang batas kecepatan maksimum. PM juga mengatur penggunaan jalan untuk lima kendaraan, yang bisa di jalur sepeda, dan daerah-daerah tertentu.

Area-area tertentu dalam pasal 5, paragraf 2 meliputi;

Sebuah. penyelesaian;
b. jalan yang ditentukan untuk hari bebas kendaraan & # 39 ;,
c. kawasan wisata;
d. daerah di sekitar fasilitas transportasi umum massal sebagai bagian dari kendaraan tertentu yang menggunakan penggerak motor listrik terintegrasi;
e. area area kantor; dan
f. area di luar jalan.

Selanjutnya, jika tidak ada jalur khusus yang tersedia, kendaraan di atas dapat melewati trotoar dengan kapasitas yang memadai
dan memperhatikan keamanan pejalan kaki.

Peraturan Menteri (PM) No. 45 tahun 2020 tentang Kendaraan Tertentu yang Menggunakan Motor Mengemudi Listrik ditetapkan pada 16 Juni 2020, dan mulai berlaku sejak 22 Juni 2020.

Lihat video "Hati-hati! Polisi Akan Menilang Pengguna Skuter Listrik di Jalan Tol-Trotoar"
[Gambas:Video 20detik]
(riar / din)