Jakarta – Oli mesin atau pelumas adalah komponen yang tidak bisa diremehkan. Tingginya permintaan komponen ini membuat segelintir orang memanfaatkan ceruk dengan membuat minyak palsu.

Ini juga disetujui oleh salah satu produsen minyak yang telah berkeliling dunia. Direktur Utama PT Total Oil Indonesia Franck Giraud mengatakan bahwa masalah minyak palsu tidak hanya terjadi di Indonesia.

"Kami sangat serius dengan masalah produk palsu. Masalah ini sebenarnya tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia," kata Franck kepada wartawan di sela-sela peluncuran minyak mobil LCGC di Ecology Bistro Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (02) / 13/2019)

Lebih lanjut Franck mengatakan bahwa untuk mencegah pemalsuan minyak, setiap produsen dapat menangkalnya dengan membuat kemasan yang sulit untuk ditiru. "Kami melakukan berbagai hal untuk menghindari pemalsuan," kata pria Prancis itu.

"Dalam mendesain produk kami mempertimbangkan banyak hal, untuk menghindari kemungkinan pemalsuan," kata Franck.

"Jika Anda melihatnya dari segi pengemasannya tidak mudah untuk disalin, demikian juga label dan logo pada tutup botol, maka di bawah tutup botol ada segel aluminium," jelas Franck.

Akhirnya, perusahaan minyak Prancis mengklaim bahwa sampai sekarang belum ada produk zaitun palsu. "Khususnya di Indonesia, sampai sekarang kami belum menemukan produk palsu, belum menemukan kasus pemalsuan," kata Franck. (riar / lth)