Jakarta –

Pemerintah telah menerapkan larangan pulang sejak minggu lalu. Meski begitu, kembali ke kampung halaman saya masih diizinkan. Namun ada kriteria yang harus dipenuhi.

Hal ini dikemukakan oleh Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian, Inspektur Jenderal Istiono. Izin pulang ke kampung halaman hanya diizinkan untuk warga dalam kondisi tertentu, salah satunya darurat.

Misalnya ada situasi yang mendesak di mana anggota keluarga sakit atau meninggal. Wisatawan diminta untuk menyiapkan sertifikat yang menunjukkan kondisi tersebut.

"Jika terjadi keadaan darurat, keluarga yang sakit meninggal, selama ada informasi yang diizinkan. Jadi saya menghimbau kesadaran publik untuk memecah bahaya COVID-19. Tidak perlu bersembunyi di truk, dikhawatirkan akan menimbulkan masalah lain. " kata Inspektur Jenderal Istiono, Selasa (28/4), dikutip dari NTMC.

Lebih lanjut, Kakorlantas menegaskan bahwa sejauh ini sanksi terberat yang diperoleh oleh para pekerja keras kepala hanya disuruh berbalik. Operasi belah ketupat yang dilakukan oleh Kepolisian Nasional disebut operasi persuasif.

"Operasi belah ketupat ini adalah operasi kemanusiaan. Penegakan hukum yang kita lakukan adalah persuasif. Itu (disuruh berbalik) adalah sanksi. Dia (para homecomer) ingin pergi, dipelintir. Mereka kembali ke rumah yang sudah disetujui. Kami minta kesadaran masyarakat untuk tidak pulang, "katanya seperti dilansir Antara.

Lihat video "Pulang ke Rumah Dilarang, Inilah Cara Membatalkan Tiket Kereta Api"
[Gambas:Video 20detik]
(din / lth)