Jakarta – Membakar mobil saat berkendara memang banyak pemicunya. Tapi Otolovers tidak tahu, salah satu pemicu yang dapat menyebabkan mobil terbakar ketika mengemudi bisa jadi adalah karena perilaku pengendara itu sendiri. Salah satunya adalah kurangnya modifikasi yang dilakukan oleh pemilik pada kendaraan.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Layanan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Riecky Patrayudha bahwa penggunaan produk aftermarket di luar kemampuan mobil bisa menjadi biang keladinya.

"Jangan dipaksa memasang aksesoris aftermarket, karena kita tidak pernah tahu apakah aftermarket sesuai dengan peralatan listrik di mobil kita," kata Riecky kepada detikOto melalui telepon, Senin (4/4/2019).

"Bahkan jika Anda ingin memasang aksesoris, terutama yang berhubungan dengan listrik harus dipasang melalui dealer resmi kami," tambah Riecky.

Hubung singkat atau hubungan pendek pada kendaraan mobil adalah salah satu penyumbang terbesar jumlah kebakaran di mobil.

"Hampir 99 persen kebakaran mobil disebabkan oleh jalan pintas kecuali kecelakaan, biasanya penambahan aksesori, atau penambahan listrik lainnya yang tidak sesuai dengan standar," kata Riecky.

Dia menunjukkan bahwa setiap pemilik mobil harus memperhatikan daya listrik yang dibutuhkan untuk aksesori. "Misalnya, menggunakan headlamp standar 50, 55, 65 watt mengingat 100 watt tidak standar, ini bisa membebani listrik lainnya," kata Riecky.

"Pemeliharaan rutin melalui dealer resmi kami jika ada aksesori tambahan di luar standar, kami informasikan kepada pelanggan. Jadi jika terjadi sesuatu, kami sudah tahu bahwa kami memiliki catatan," kata Riecky. (riar / lth)