Jakarta – Kedatangan bencana tidak dapat disangkal. Seperti kecelakaan yang terjadi pada penulis Nh Dini yang menyebabkan dia mati.

Mobil Toyota Avanza yang ditulis oleh penulis Nh Dini ditabrak truk yang tiba-tiba mundur dengan sendirinya. Dengan kecepatan tinggi, truk itu melaju ke belakang dan menabrak bagian depan mobil yang dibawa oleh Nh Dini.

Akibat insiden itu Nh Dini meninggal karena hidupnya tidak diselamatkan setelah dibawa ke rumah sakit. Kecelakaan seperti itu memang tidak terduga dan mungkin tidak bisa dihindari. Penyebab kecelakaan itu disebutkan oleh polisi karena mesin truk tiba-tiba mati sampai akhirnya mobil mundur.

Namun setidaknya agar tidak mengulangi, ada sejumlah hal yang bisa diantisipasi sesuai Safety Driving Instructor Lab Rifat Drive Andry Berlianto. Terutama ketika kita mengendarai mobil kecil di belakang truk.

"Lihat sejauh yang Anda lihat, artinya kita harus bisa melihat sejauh mata memandang dan mengamati kelainan yang ada di lingkungan sekitarnya," jelas Andry kepada detikOto, Rabu (12/5/2018).

Saat mengemudi itu membutuhkan konsentrasi, sehingga jika sesuatu terjadi tiba-tiba kita bisa bertindak lebih cepat.

"Peringatan penuh di belakang kemudi seperti meletakkan dua tangan di roda kemudi untuk menjadi reaktif dalam keadaan darurat," jelas Andry.

Otolovers juga dapat memaksimalkan fungsi tanduk. Ini berarti bahwa ketika bahaya terjadi, tanduk dapat dimaksimalkan untuk memberi tahu pengguna jalan lainnya.

"Nyalakan tanduk sebagai penanda," pungkas Andry. (kering / lth)