Jakarta – Setiap pengemudi harus memiliki SIM (SIM) yang dikeluarkan oleh Kepolisian Nasional untuk menjamin legalitas mengemudi di jalan raya. SIM harus diperpanjang setiap 5 tahun. Ini sesuai dengan pasal 11 ayat (1) Perkap No. 9 tahun 2012 tentang SIM.

Menurut Kepala Sub Direktorat SIM di Direktorat Jenderal Polisi, Komisaris Polisi Pol Hery Sutrisman, ada alasan khusus mengapa SIM harus diperpanjang setiap lima tahun. Alasan utamanya, karena tidak ada jaminan bahwa pemilik SIM masih memiliki kompetensi mengemudi yang sama dalam lima tahun ke depan.

"Karena semua orang, harus berubah mental, fisik, lalu pengetahuan, termasuk kelenturan tubuh," kata Hery, ditemui AFP, di kantornya, di Pancoran, Jakarta Selatan.

Menurut Hery, ekstensi SIM tidak serumit ketika Anda ingin membuat SIM baru.

"Perpanjangannya tidak rumit, karena kami menganggapnya sudah teruji dan lulus. Seharusnya lebih baik (metode mengemudi) tahun demi tahun," katanya.

Persyaratan yang diperlukan saat melakukan perpanjangan SIM adalah tes medis. "Hanya lakukan tes kesehatan fisik, tes kesehatan spiritual, dan tes tes pada keterampilan mengemudi simulator," kata Hery.

Dari segi biaya, biaya perpanjangan SIM tidak semahal membuat SIM baru. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 60 tahun 2016 tentang Tarif dan Jenis PNBP, biaya perpanjangan untuk SIM adalah Rp. 80 ribu, SIM C adalah Rp. 75 ribu, dan SIM D adalah Rp. 30 ribu. (lua / kering)