Jakarta –

Deklarator yang juga Komite Eksekutif Koalisi Aksi Selamatkan Indonesia (WE), Jumhur Hidayat, menyita perhatian publik, ditangkap Bareskrim Polri. Melihat sisi lain dari salah satu aktivis mahasiswa ITB tahun 80-an, khususnya otomotif, bagaimana menurut Anda seleranya?

Tidak banyak informasi tentang garasi Jumhur Hidayat. Namun, diketahui pernah dilantik sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) pada 11 Januari 2007 oleh SBY. Kini namanya sudah berganti menjadi Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Jadi, melalui Pejabat Negara & # 39; Laporan Harta Kekayaan (LHKPN) dipublikasikan di situs KPK, yang dilaporkan oleh Jumhur Hidayat pada tahun 2009. Ia tercatat memiliki total aset sebesar Rp 2.028.228.959 plus USD 25.000.

Namun saat itu hanya satu kendaraan yang dimiliki, yaitu Nissan Serena Multi Purpose Vehicle 2007 yang saat itu diperkirakan harganya Rp 225 juta.

Seperti diketahui, generasi kedua Nissan Serena tiba di Indonesia pada 2004. Di balik kap mesinnya, Nissan Serena dijejali mesin berkode QR20DE 2.000 cc 4 silinder 16 katup segaris. Di atas kertas mampu memuntahkan 152 PS / 6.000 rpm dan torsi 200 Nm / 4.000 rpm.

Oh ya, generasi kedua adalah model Serena pertama yang menggunakan penggerak roda depan. Pasalnya, generasi pertama berkode C23 adalah penggerak roda belakang.

Selain Nissan Serena, tidak ada kendaraan lain yang terdaftar.

Diberitakan sebelumnya, Jumhur Hidayat, Anton Permana, Syahganda Nainggolan, dan seorang perempuan bernama Kingkin (KA), ditangkap di Jakarta dan sekitarnya.

Mereka tunduk pada pasal-pasal dalam UU ITE serta pasal penghasutan dalam KUHP. Karo Penmas, Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono, menjelaskan pasal-pasal yang menjerat anggota dan pejabat AS hingga ditangkap polisi.

"Mereka dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang bertujuan menimbulkan kebencian atau permusuhan terhadap individu atau kelompok tertentu berdasarkan ras dan / atau hasutan," kata Awi.

Pimpinan KAMI dijerat pasal-pasal dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Selain itu, mereka juga didakwa dengan pasal penghasutan dalam KUHP.

“Jadi sesuai Pasal 45A ayat 2 UURI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan / atau Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan,” ujarnya.

Tonton video "Jadi Tersangka, Syahganda Nainggolan dan kawan-kawan langsung ditahan"
[Gambas:Video 20detik]
(riar / rgr)