Jakarta –

Penjualan sepeda motor Kawasaki di Prancis ditangkap pada 7 Juli 2020. Media Prancis, Stasiun Moto menemukan bahwa ada konten Phthalates yang berarti melanggar standar keselamatan dan kesehatan konsumen.

Aturan ini berlaku untuk negara-negara Eropa sebagaimana dijelaskan dalam EU REACH 2018/2005. Kawasaki Prancis juga mengirim instruksi kepada dealer untuk berhenti menjual sementara sampai masalah ini teratasi.

Dikutip dari detikhealth, Phthalates adalah bahan plastik yang menyebabkan peningkatan jumlah bayi laki-laki yang lahir dengan cacat genital.
Dr Andrew Pask dari University of Melbourne mengatakan zat itu bisa berdampak pada hipospadia pada bayi.

Sehari setelah pemberitahuan itu keluar, Kawasaki membuka kembali aktivitas penjualannya. Berdasarkan informasi yang dikeluarkan oleh RideArt, Kawasaki telah menyelesaikan masalah regulasi ini dan menyatakan bahwa bahan-bahan tersebut tidak menimbulkan bahaya yang signifikan bagi konsumen sesuai dengan standar yang berlaku.

Terlepas dari kasus ini, peraturan ini sebenarnya telah disampaikan kepada semua pemegang merek yang diperdagangkan di Eropa sejak 2018. Kebetulan Kawasaki terbukti memiliki bahan-bahan di dalam kendaraan. Hingga saat ini belum ada penyelidikan apakah ada produk lain yang ternyata juga tidak mematuhi aturan ini.

Selain dari Perancis, tidak ada informasi apakah jaringan Kawasaki lain di Eropa menahan kegiatan penjualan. Informasi lebih lanjut mengenai masalah ini diharapkan dapat diperbarui lagi.

Pada dasarnya, Phthalates lebih berbahaya ketika masuk langsung melalui mulut. Penggunaan phthalate dalam mainan atau makanan anak-anak memiliki bahaya yang sangat tinggi. Sementara itu, penggunaan material yang ada pada motor juga dikatakan tidak beresiko besar, kecuali digunakan dalam konsentrasi tinggi.

Lihat video "Kawasaki Ninja ZX-25R diluncurkan ke Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rip / lth)