Jakarta –

Ingat, detikers, memang benar bahwa indikator bensin menyala, artinya masih ada sedikit bensin yang tersisa di tangki. Namun, jika itu terjadi, pastikan untuk segera pergi ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terdekat untuk mengisi bensin.

Karena jika salah memperkirakan jarak yang tersisa untuk ditempuh kendaraan, detikers dijamin akan mogok karena kehabisan bensin. Demikian disampaikan Manajer Layanan Cilandak Auto2000, Suparna, kepada detikOto, Sabtu (7/11/2020).

"Indikator bahan bakar sebenarnya dibuat untuk kendaraan terbaru yang sangat mudah dilihat oleh pengendara. Jadi sebelum bahan bakar habis biasanya ada sekitar 5 liter, lampu indikator bahan bakar akan menyala," kata Suparna.

"Artinya jarak rata-rata kendaraan sekitar 50 km. Jadi sebelum jarak itu Anda harus menemukan pompa bensin dengan spesifikasi bahan bakar sesuai spesifikasi mesin. Tentu saja, semakin cepat pompa bensin akan lebih baik," tambah Suparna.

Suparna juga mengingatkan bahwa ketika kendaraan mogok karena kehabisan bensin, bisa jadi penyebab lain kerusakan.

"Karena ketika bus habis, selain mobil akan mogok itu juga akan menyebabkan kerak di saringan dan saluran bahan bakar akan terbawa dan dapat membuat aliran bahan bakar menjadi kurang lancar ketika bahan bakar telah diisi ulang," katanya.

Nah kalau begitu detikOto mengingatkan kamu, jadi kita sebagai pengendara harus benar-benar memperhatikan berapa banyak cadangan bahan bakar kendaraan kita yang tidak boleh mogok di jalanan ya.

Lihat videonya "Detik Motor Terbakar Saat Mengisi Bensin di SPBU Polman"
[Gambas:Video 20detik]
(lth / lua)