Paris – Mantan bos Nissan Carlos Ghosn ditangkap lagi di Jepang. Istri Ghosn terbang ke Paris untuk memohon bantuan kepada pemerintah Emmanuel Macron.

Saat diwawancarai oleh Financial Times, Senin (8/8/2019) seorang wanita bernama Carole Ghosn mengatakan pemerintah Prancis perlu membantu suaminya. "Sebagai warga negara Prancis, itu pasti hak. Saya kira dia tidak memiliki cukup dukungan dan dia meminta bantuan," katanya.

Carlos Ghosn sendiri memegang kewarganegaraan Prancis, Lebanon dan Brasil. Hingga saat ini ia telah menolak semua tuduhan yang diajukan terhadap dirinya. Ghosn sebelumnya memimpin Renault yang terikat dengan aliansi Nissan-Renault-Mitsubishi.

Mantan eksekutif itu ditangkap lagi akhir pekan lalu karena dicurigai bagian dari pembayaran USD 34,2 juta yang diberikan kepada perwakilan penjualan Oman membantu membayar kapal pesiar yang dibelinya. Jaksa penuntut di Jepang juga mencoba menanyai Carole Ghosn dan bahkan menyita paspor Lebanonnya.

"Saya sendirian di sini. Ini trauma setelah apa yang terjadi. Jika suami saya ditangkap dan saya di sini, saya tidak akan berguna. Saya pergi ke Prancis dan menjadi lebih berguna di sana," katanya sebelum pergi ke Paris.

Ghosn kemungkinan akan ditahan hingga 22 hari oleh otoritas Jepang sebelum dia didakwa. Orang terdekat khawatir bahwa dia akan diinterogasi tanpa kehadiran pengacaranya seperti yang biasa dilakukan di Jepang.

Tak lama setelah Ghosn mendapatkan kembali pengacaranya, Takashi Takano merinci kondisi jaminan yang dialami kliennya ketika ia dibebaskan sebentar. Menurut Takano, Ghosn harus menyerahkan paspor, memasang kamera pemantauan di pintu apartemennya, dan setuju untuk merekam panggilan telepon dan percakapan melalui perangkat komunikasinya. Ia juga terbatas hanya menggunakan satu komputer dan satu telepon. (rip / ddn)