Jakarta – Wacana sepeda motor di jalan tol kembali disuarakan oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet). Bamsoet mengutarakan gagasan itu di hadapan para bikers di Pesta Bikers People di Jakarta, di Senayan, Jakarta, Minggu (27/1/2019).

Saat ini di Indonesia hanya ada dua jalan tol yang bisa dilintasi oleh sepeda motor. Keduanya adalah Bali Mandara dan Suramadu. Di sana, ada jalur khusus sepeda motor yang dibedakan dengan jalur mobil.

Bamsoet menyarankan agar pemerintah memikirkan jalan tol khusus untuk sepeda motor. "Karena mereka juga memiliki hak sesama warga negara untuk menikmati hasil pembangunan," kata Bamsoet.

Bamsoet juga menekankan bahwa pemerintah tidak memiliki kendala regulasi, karena regulasi sudah ada. "Sebenarnya, untuk ini tidak ada kendala, hanya keinginan pemerintah dengan Menteri Perhubungan untuk mengatur satu segmen selebar dua setengah meter, kiri dan kanan, khusus untuk jalur motor. Gratis, semua sepeda motor ( bukan hanya mobil), "lanjut Bamsoet.

Namun, Djoko Setijowarno, pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata menilai, ruas jalan tol yang saat ini sulit diwujudkan adalah membiarkan sepeda motor memasuki jalan tol.

"Jalan tol sekarang sulit direalisasikan. Ada bahu jalan, tetapi itu adalah bagian dari ruas jalan tol untuk kondisi darurat," kata Djoko.

Di beberapa negara, sepeda motor memang mungkin melintasi jalan tol. Di Malaysia, misalnya, sepeda motor memang bisa melintasi jalan tol. Namun, sepeda motor hanya bisa berjalan di tepi, tidak diperbolehkan berjalan di tengah di mana banyak mobil melaju dengan kecepatan tinggi.

"Jika Anda ingin memiliki jalur sendiri, pisahkan dari apa yang sekarang jika masih ada lahan yang tersedia," kata Djoko. (rgr / ddn)