Jakarta –

Senin (10/8/2020) dini hari kemarin, terjadi kecelakaan maut di tol Cipali KM 184. Sebuah mikrobus Elf menabrak kendaraan lain dari arah berlawanan karena jalur yang berubah.

Dirgakum Korlantas Polri Brigjen Pol Kushariyanto mengatakan, kecelakaan sering terjadi akibat kendaraan berpindah jalur dan memasuki arah berlawanan. Sejak awal tahun 2020 saja, sudah terjadi 11 kecelakaan serupa.

“Ini informasi yang saya terima pada tahun 2020, ada 11 kecelakaan yang berpindah jalur,” kata Kushariyanto seperti dikutip NTMC Polri.

Ia menyoroti pembatas jalan yang tidak berada di tol Cipali. Jika di ruas Tol Cipali terdapat pemblokiran jalan, kecelakaan akibat kendaraan yang bergerak berlawanan arah bisa diminimalisir.

“Kita himbau kepada operator jalan tol, sediakan dulu pemisah jalan. Ini kalau ada sekat di tengah, seperti di Cikampek bisa menghalangi kendaraan dari seberang jalan. Tidak minimal. Memang tidak ada pembatas. Ada tidak ada batasan, hanya cekungan, "katanya.

Sementara itu, kecelakaan maut yang terjadi di Tol Cipali KM 184 kemarin melibatkan Elf dengan nomor polisi (nopol) D 7013 AN dan Toyota Rush dengan nomor polisi B 2918 PKL.

Menurut Kushariyanto, kecelakaan tersebut diduga disebabkan oleh seorang pengemudi Elf yang mengantuk. Kendaraan yang dikendarainya terbalik, lalu berganti jalur. Setelah itu, kendaraan Toyota Rush dari arah berlawanan menabrak Micro Bus Elf.

“Dugaannya mungkin ngantuk. Karena kondisinya, belok kanan. Penyeberangan ke jalur selanjutnya. Penyeberangan ke jalur B. Perkiraan kami kecepatan tinggi, 100 km / jam keatas. Di Cipali belum ada pemisah tol untuk jalur A dan B, cekungan. Otomatis kondisi tinggi. Melayang. Menimpa Rush yang sedang menuju Jakarta. Kondisinya terbalik. Tidak ada penerangan, ”jelasnya.

Tonton Video "Kecelakaan Maut Tol Cipali, 8 Orang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / din)