Jakarta – Giliran sinyal adalah salah satu fitur keamanan wajib pada sepeda motor. Fungsinya sebagai penanda tangan ketika sepeda motor akan belok kanan atau kiri. Jadi jangan remehkan fungsi dari sinyal belok motor, Otolovers.

Seperti dilansir www.astra-honda.com, terkait lampu sein, ada beberapa hal yang harus dilakukan pengendara sebelum mengemudi dan ketika mengoperasikan lampu sein.

Pertama, sebelum melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor, lebih baik periksa dulu fungsi lampu pada sepeda motor. Tidak hanya sinyal belok kanan-kiri, lampu depan, lampu belakang, dan lampu rem harus berfungsi dengan baik dan benar.

Harap dicatat jika lampu di sepeda motor tidak hanya untuk aksesori atau dekorasi, tetapi juga sebagai alat komunikasi atau informasi dari pengguna
kendaraan lain.

Setelah memastikan kondisi sinyal belok bekerja dengan baik, saatnya untuk mengoperasikan fitur dengan benar juga. Caranya adalah ketika Anda ingin memutar atau mengubah arah kendaraan, Anda harus menyalakan sinyal belok dengan jarak 3 detik sebelum memutar ke arah yang Anda inginkan.

Hal ini dimaksudkan agar pengemudi di belakang bisa tahu kemana sepeda motor akan mengarah. Selain itu, untuk memastikan bahwa situasi di belakang kendaraan aman, pengemudi juga harus melihat di kaca spion saat ingin melintasi atau memutar arah.

Dan Otolovers juga perlu tahu, jangan tiba-tiba menyalakan lampu sein, karena berpotensi membuat kendaraan di belakang panik. Apalagi jika sepeda motor dikendarai dengan kecepatan tinggi.

Tidak cukup menyalakan sinyal belok dengan benar, pengemudi juga disarankan untuk menjaga jarak dengan pengemudi di depan jarak minimum 2 detik. Intinya misalkan pengemudi di depan jalan melewati pohon. 2 detik kemudian kita melewati pohon yang sama, jadi itulah yang disebut jarak 2 detik.

Unit yang diambil adalah dalam satuan waktu, bukan satuan jarak, karena ini terkait dengan kecepatan kendaraan. Semakin cepat kendaraan, semakin jauh jarak ke kendaraan akan jika diukur dalam satuan waktu (lua / kering)