Bogor – Helm memiliki peran vital dalam mengurangi dampak benturan pada kepala sepeda motor saat kecelakaan. Karena itu, memilih helm tidak boleh dilakukan sembarangan.

Saat memilih ukuran helm, misalnya, Anda sebaiknya tidak memilih helm yang ukurannya terlalu besar. Helm dengan ukuran besar memang bisa membuat penggunanya nyaman karena tidak membuat kepala kencang. Namun di sisi lain, helm ini menimbulkan risiko.

Nuswandari menjelaskan dari helm Quality Control di Cargloss, ketika Anda ingin membeli helm, Anda harus segera mencobanya di tempat. Ini untuk menentukan apakah helm cocok atau tidak dengan ukuran kepala calon pengguna.

"Itu harus segera dicoba. Dan helm itu harus pas dengan ukuran kepala calon pengguna," kata Nuswandari kepada detikOto, di Cargloss, Citeureup, Bogor, Selasa (2/12/2019).

Jadi apa indikator yang tepat untuk helm atau calon kepala?

"Intinya adalah helm yang baik harus menjepit pipi pengguna dengan baik. Ini berarti bahwa ketika pengguna menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, helm itu tetap mengikuti kepala pengguna," lanjut Nuswandari.

Menurut Nuswandari, ada risiko tersembunyi jika pengendara memakai helm yang terlalu besar dan longgar di kepala.

"Bahaya helm akan mudah dilepaskan jika terlalu besar, misalnya, kita biasanya menggunakan ukuran M kemudian menggunakan XL, itu risiko pelepasan helm besar," lanjut Nuswandari.

Apa yang dikhawatirkan jika sepeda motor memakai helm terlalu besar, maka helm berpotensi untuk copot ketika terjadi kecelakaan. Tidak peduli seberapa bagus kualitas helm, jika helm dilepaskan saat benturan, itu akan sangat berbahaya. (lua / kering)