Jakarta – PT Mitsubishi Motor Sales Indonesia Krama Yudha (MMKSI) mencatat rekor penjualan tertinggi pada 2018, berkat kehadiran mobil Low MPV Xpander. Sebagai salah satu mobil terlaris di Indonesia, tidak selalu puas dengan produksi yang diproduksi pabrik.

Ini berarti bahwa mereka yang memiliki keinginan lebih dan ingin tampil berbeda menuangkannya ke dalam bentuk modifikasi.

Seperti yang terlihat pada acara Ton of Real Happiness di Sumarecon Mall Serpong, Tangerang, Banten. Ada beberapa anggota komunitas Xpander Mitsubishi Owners Club (Xmoc) yang memodifikasi Xpander mereka.

Lebih lanjut, mengenai modifikasi polemik yang akan menghancurkan garansi, MMKSI tidak melarang konsumen untuk membuat perubahan pada mobil mereka, tetapi hal itu harus menjadi perhatian sehingga sesuatu yang diubah tidak mempengaruhi komponen mobil.

"Catatan penting untuk semua konsumen seperti yang dijelaskan dalam buku ini, hal-hal yang tidak dijamin, kerusakan yang terjadi pada komponen yang telah terbukti rusak karena modifikasi," kata Kepala Layanan Teknis & Departemen Dukungan CS, MMKSI, Boediarto

"Jadi, jika komponen rusak tetapi tidak ada bukti itu tidak terkait dengan modifikasi, itu baik-baik saja," kata Boedianto.

"Jika saya membeli mobil, saya memiliki hak untuk mengubah semua jenis, tetapi saya memiliki kewajiban dan patuh ketika berurusan dengan jaminan, jadi melarangnya tidak, tentu saja tidak ada produk yang memenuhi 100 persen (konsumen)," Boedianto menambahkan.

Hal lain yang patut mendapat perhatian adalah kewajiban konsumen untuk selalu datang ke layanan berkala tepat waktu seperti yang direkomendasikan oleh buku layanan.

"Jaminan adalah hak konsumen, tetapi setiap syarat ada kewajiban, pertama servis berkala harus berpartisipasi setiap 10 ribu dari seribu hingga kelipatan 10 ribu," kata Boediarto. (kering / kering)