Jakarta – Memasuki musim hujan, ban merupakan salah satu komponen yang harus diperhatikan oleh pengendara. Karena ban adalah komponen yang langsung menggosok permukaan jalan yang basah. Sehingga kondisi harus dipantau agar tidak membuat pengemudi celaka.

PT Suryaraya Rubberindo, Jimmy Handoyo menjelaskan Technical Service & Development Dept Head, tentang pemilihan ban saat cuaca hujan, memprioritaskan picking ban yang memiliki banyak alur pengembangan.

"Jadi sebenarnya, ban standar sepeda motor itu bagus. Apa yang perlu diperhatikan oleh pengguna sepeda motor selama musim hujan, ban harus memiliki pola yang cukup untuk aliran air," jelas Jimmy, kepada detikOto, Senin (12/9). / 03/2018).

Selain perlu menggunakan ban yang memiliki banyak pengembangan, pemilik sepeda motor juga wajib memperhatikan tingkat keausan ban pada sepeda motor.

"Ini sangat berbahaya jika Anda menggunakan ban botak, terutama ketika hujan karena tidak ada aliran untuk debit. Segera ganti ban ketika sudah menyentuh batas TWI (Tread Wear Indicator)," tutup Jimmy.

Ban tipis yang digunakan saat jalan basah dapat menyebabkan efek aquaplaning atau hydroplaning. Jika sudah mengalaminya, maka ban bisa kehilangan traksi dan membuat motor tergelincir.

"Aquaplaning dapat terjadi (pada sepeda motor penggunaan sehari-hari), misalnya, katakan pada kecepatan yang cukup tinggi dan kemudian menyeberang jalan dengan ketebalan air 1 cm, itu bisa membuat aquaplaning terjadi," kata Jusri Instruktur dan Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) ) Pulubuhu. (lua / lth)