Surabaya – Ketua Umum Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengatakan bahwa penjualan otomotif di Indonesia pada tahun lalu lebih merata. Jika selama ini penjualan telah mendominasi di Pulau Jawa, tetapi saat ini tidak lagi.

"Pertama adalah Jawa Barat, yang kedua adalah DKI Jakarta dan yang ketiga adalah Jawa Timur. Dan persentase ini adalah 13,12 persen. Jadi itu cukup besar. Apalagi jika kita melihat dari 8 tahun yang lalu penjualan otomotif terkonsentrasi di Jawa sebesar 82 persen. 18 persen di luar Jawa, "kata Nangoi saat konferensi pers GIIAS di Jalan Bali, Surabaya, Kamis (28/3/2019).

"Tetapi pada 2018 penjualan di Jawa sekitar 60 persen lebih, 40 persen di luar Jawa. Sehingga itu menunjukkan bahwa nama industri otomotif atau penggemar otomotif sudah mulai melebar di seluruh Indonesia," lanjutnya.

Salah satu faktor dalam pemerataan penjualan otomotif, lanjut Nangoi, adalah karena pemerintah dianggap telah mendukung pengembangan infrastruktur. Tidak hanya fokus di Jawa tetapi pembangunan infrastruktur juga dilakukan di luar Jawa sehingga mobilitas semakin baik.

"Jika Anda melihat dari pemerintahan Jokowi 4 atau 5 tahun, yang paling diperhatikan oleh Tuan Jokowi adalah sebuah mobil. Bagaimana bisa? Karena ia telah membangun berbagai fasilitas untuk mobil, yaitu jalan raya dan jalan raya dan segala macam," kata Nangoi .

"Akhirnya, jalan tol telah dibangun dari Jakarta ke Surabaya. Untuk siapa lagi kalau bukan untuk kendaraan bermotor. Bukan untuk pesawat terbang, kapal tetapi kendaraan bermotor," tambahnya.

Jalan Tol Pemalang-Batang-Semarang Foto: Agung Pambudhy

Selain memfasilitasi mobilitas, Nangoi mengatakan bahwa infrastruktur juga memiliki dampak yang baik terhadap perkembangan industri otomotif. Karena adanya infrastruktur, saat ini transportasi bahan baku dan komponen otomotif dari satu daerah ke daerah lain lebih mudah dan lebih cepat.

"Dan ini kita lihat untuk industrinya sendiri sangat positif. Kenapa? Karena kami berharap bahwa terus terang sejauh ini industri otomotif telah terpusat di dekat Jakarta. Tetapi tanahnya sangat mahal, biaya produksi juga sangat mahal. transportasi sangat sulit karena tidak ada fasilitas atau infrastruktur, "Nangoi menjelaskan.

"Sekarang semakin banyak infrastruktur yang terbentuk sehingga industri komponen juga bisa berkembang di Jawa Timur, yang pada gilirannya bisa merangsang industri otomotif di Indonesia. Sehingga pengembangannya bisa dibagi," kata Nangoi.

Foto: Mindra Purnomo / Infografis

[Gambas:Video 20detik]

(ddn / ddn)