Tokyo – Kasus penangkapan bos Nissan, Carlos Ghosn, memang mengejutkan dunia otomotif. Terutama di negeri matahari terbit Jepang. Penangkapan dugaan penggelapan pajak cukup berpengaruh pada warga negara Jepang & # 39; percaya pada Nissan.

"Orang Jepang, jika mereka telah melukai orang, tindakannya cepat, misalnya, seperti acara Nissan, mereka akan memikirkannya jika mereka ingin membeli mobil," kata seorang pemandu wisata yang telah tinggal di Jepang selama beberapa dekade, Hasan, Sabtu (12/1/2019)

Penangkapan Ghosn memang cukup mengejutkan. Ghosn sendiri dikenal sebagai karakter yang membesarkan Nissan ketika dia dalam kondisi menurun.

"Ada banyak orang Jepang yang tidak berpikir dia menggelapkan pajak karena orang-orang Jepang mematuhi pajak. Itu (penangkapan Ghosn) menjadi berita besar pada tahun 2018," kata Hasan lagi.

Untuk Otolovers yang belum tahu, Ghosn dituduh tidak melaporkan penghasilannya secara utuh.

Eksekutif berusia 64 tahun itu juga telah ditangkap atas tuduhan melanggar kepercayaan dalam mengalihkan kehilangan investasi pribadi senilai 1,85 miliar yen, setara dengan USD 17 juta, ke Nissan.

Tetapi sampai sekarang Ghosn masih menghindari semua yang dituduhnya. (kering / rgr)