Jakarta – Toyota Avanza 1.500 cc tidak seakurat versi 1.300 cc. Pada model Avanza, penjualan varian 1.300 cc memang lebih mendominasi. Itulah yang membuat Mitsubishi enggan jika Xpander dibandingkan dengan Avanza.

Mesin Avanza dan Xpander jelas berbeda. Avanza menawarkan dua pilihan mesin sementara hanya satu Xpander adalah 1.500 cc. Jika dibandingkan menurut kapasitas mesin, Avanza 1.500 cc dikalahkan oleh Xpander. Namun jika dihitung secara keseluruhan, Avanza masih unggul dengan Low MPV dengan logo tiga berlian.
"Orang Indonesia menginginkan konsumsi bahan bakar yang irit, 1.300 cc lebih irit dibandingkan 1.500 cc. Kemudian transmisi manual terasa lebih efisien dan perawatan," kata Direktur Eksekutif PT Toyota Astra Motor, Fransiscus Soerjopranoto ketika ditemui AFP di kawasan Senayan, Jakarta.

Avanza 1.300 cc adalah andalan Toyota. Mesin itu membuat Avanza menjadi mobil terlaris di negara ini selama bertahun-tahun. Di antara para pesaingnya, hanya Avanza dan Xenia yang tersisa dengan mesin 1.300 cc.

"The Avanza sudah memiliki nama dalam 1,3, yang kedua adalah strategi kami untuk layanan kami melalui jaringan outlet kami dan akhirnya harga jual kembali yang telah terbukti dari tahun 2004. Avanza adalah satu-satunya mobil yang dapat dijual," simpul Soerjo.
Tahun lalu kompetisi antara Avanza-Xpander semakin ketat. Xpander mengukir prestasinya sendiri karena ia mampu mengguncang posisi Avanza di puncak dalam enam bulan.

Agar pelanggan yang loyal tidak melarikan diri, Toyota akhirnya memoles wajah Avanza pada pertengahan Januari 2019. Sebagai catatan, Toyota menghitung perubahan pelit pada wajah Avanza. Sebelum memiliki tampilan baru, Toyota terakhir mengubah wajah Avanza pada tahun 2015. (dry / ddn)