Jakarta –

Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kodiklat TNI AD mengembangkan teknologi ban tanpa udara untuk mendukung kemampuan tempur kendaraan militer di medan perang. Ban pengap ini telah mengalami sejumlah uji coba, dan dinyatakan kebal terhadap paku dan peluru.

"Tes telah dilakukan untuk paku, tembakan, dan juga jalan berbatu," kata Komandan Komando Militer Angkatan Darat Kodiklat, Brigjen. Jenderal Nugraha Gumilar, melalui telepon, Senin (3/8/2020).

Dalam tayangan video di saluran YouTube Angkatan Darat Indonesia, pengujian tembakan ban tanpa udara dilakukan dengan menggunakan peluru kaliber 5,56 mm, seperti yang digunakan dalam senapan serbu Pindad seri SS1 dan senapan serbu buatan AS, M16. Tes tembakan dilakukan dari jarak maksimum 100 meter. Dan setelah ban kena, klaim adalah ban masih bisa nyaman digunakan lagi.

Teknologi ban tanpa udara yang dikembangkan oleh AD Army Photo: YouTube AD Army screenshot YouTube

Secara mekanis, ban tanpa udara yang dikembangkan oleh Army Poltekad, identik dengan teknologi ban tanpa udara yang dibuat oleh pabrikan ban Michelin. Struktur ban pengap terdiri dari rongga yang bertindak seperti pelek pada ban konvensional.

Setelah melakukan serangkaian uji coba di area terlarang, tahap pengujian berikutnya adalah di jalan umum. Politeknik Komando Militer Angkatan Darat memiliki rencana untuk menguji ban pengap di jalan tol.

"Yang belum kita lakukan adalah mengujinya di jalan aspal panas. Nanti kita akan melakukan pengujian di jalan tol. Tapi yang diuji bukan kecepatannya, ya. Yang akan diuji adalah daya tahannya. Kalau ini berhasil, maka tidak apa-apa, "Nugraha menjelaskan.

Sebagai informasi, teknologi ban pengap pertama kali diuji oleh Poltekad TNI AD pada 2017. Namun, ketika itu dilakukan untuk pertama kalinya tahun itu, hasilnya kurang memuaskan karena kurangnya pengalaman dan kurangnya pengetahuan tentang bahan dan bahan yang digunakan dalam teknologi ini.

Teknologi ban tanpa udara yang dikembangkan oleh AD Army Photo: YouTube AD Army screenshot YouTube

Selain itu, pada masa awal pengembangan ban pengap, tim peneliti AD TNI masih terhambat oleh masalah peralatan minimal dan hasil yang tidak akurat karena cetakan ban dibuat secara manual. Ini mengakibatkan kendaraan tidak stabil dan konstruksi ban rusak.

Seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi ban pengap mulai membuahkan hasil. Sekarang teknologi ban pengap yang dibuat oleh Poltekad TNI AD memiliki hasil yang lebih tepat dan telah melewati berbagai rintangan uji coba.

Lihat videonya "Keren! TNI Membuat Ban Tanpa Udara dan Tidak Dapat Memecah"
[Gambas:Video 20detik]
(lua / riar)