Jakarta – Kementerian Perhubungan berencana mewajibkan penggunaan rem ABS (Antilock Braking System) pada produk-produk sepeda motor yang dijual di dalam negeri. Ini dilakukan untuk mengurangi kecelakaan sepeda motor di jalan raya.

Wacana tentang penerapan kebijakan ini juga didukung oleh penelitian Universitas Indonesia, yang mengatakan bahwa kecelakaan sepeda motor dapat dikurangi jika ABS diterapkan pada sepeda motor, terutama sepeda motor dengan mesin 150cc turun.

Seperti diungkapkan oleh Kepala Laboratorium Transportasi, Teknik Sipil, Universitas Indonesia, Tri Tjahjono, teknologi ABS dapat mengurangi kecelakaan untuk kendaraan bermotor hingga 27 persen, atau diperkirakan 76 persen penyebab kecelakaan di Indonesia dapat diatasi.

Terlepas dari niat baiknya, ahli JDDC (Jakarta Defensive Driving Consulting) Jusri Pulubuhu tidak setuju dengan pendapat atau hasil penelitian.

Menurut Jusri, sebagian besar kecelakaan yang melibatkan pengguna sepeda motor di negara tersebut bukan karena tidak adanya fitur ABS pada sepeda motor, tetapi karena perilaku yang tidak disiplin.

"Saya tidak setuju bahwa rem ABS harus diterapkan karena jumlah kecelakaan sepeda motor karena tidak menggunakan fitur. Karena sepeda motor di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh perilaku tidak aman," kata Jusri kepada detikOto melalui telepon, Senin (11/19/2018). ).

Apa yang dimaksud dengan perilaku tidak aman? "Banyak contohnya, pengendara yang sering menerobos lampu merah, menyalip kendaraan dalam posisi blind spot, dan melarikan diri menyalakan sinyal giliran ketika mereka ingin memasuki jalan besar atau ketika mereka ingin menyeberang," jelas Jusri.

Sementara itu, menurut Jusri, sepeda motor kecil di Indonesia tidak perlu ABS karena karakter jalan di Indonesia masih berhenti dan pergi. Artinya, pengguna sepeda motor sering melewati kemacetan lalu lintas yang terutama hidup di kota-kota besar, sehingga sepeda motor didorong pada kecepatan rendah dan menengah.

Sementara untuk pengendara yang tinggal di daerah pedesaan, mereka harus menghadapi jalan yang rusak atau tidak rata. Jadi sistem ABS pada motor tidak akan berfungsi maksimal.

Fitur rem ABS menurut Jusri lebih cocok untuk diterapkan pada motor kapasitas mesin besar, terutama mulai dari 250 cc ke atas.

"ABS sendiri lebih cocok digunakan di motor dengan kapasitas mesin besar. Mulai dari 250 cc ke atas. Karena dari segi bobot dan pengereman momentum, motor besar perlu lebih banyak fitur yang mencegah roda dari penguncian," pungkas Jusri.

Lihat juga berbagai fitur keamanan video pada sepeda motor dan mobil

[Gambas:Video 20detik]

(lua / lth)