Jakarta –

Angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih tergolong tinggi. Dalam sepekan, lebih dari 1.000 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di Indonesia.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kecelakaan lalu lintas membuat korban dan keluarganya menjadi miskin. Soalnya, angka kecelakaan terbanyak masih di usia produktif yang sebagian besar juga menjadi tulang punggung perekonomian keluarga.

“Dari hasil penelitian Sekolah Manajemen Transportasi POLRI, 63 persen keluarga korban kecelakaan menjadi miskin,” kata Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan.

“Misalnya dia (korban) adalah tulang punggung keluarga, kemudian sumber ekonominya hilang, praktis anak dan istrinya akan terpengaruh dari segi kesehatan, pendidikan, makanan, dan sebagainya,” terangnya.

Lebih lanjut, penelitian juga menyebutkan bahwa pada kategori keluarga dengan korban berat, sebanyak 67 persen tingkat kesejahteraan mengalami penurunan, 13 persen mengalami kemiskinan, 7 persen perekonomian dapat pulih, dan 12 persen belum mengalami penurunan ekonomi.

Tak hanya itu, kecelakaan lalu lintas juga menimbulkan kerugian material yang cukup besar. Setidaknya, selama sepekan kerugian akibat kecelakaan lalu lintas mencapai hampir Rp. 2 miliar.

Menurut Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono Karo Penmas, jumlah kecelakaan lalu lintas pada pekan ke-39 tahun 2020 sebanyak 1.103 kejadian. Korban meninggal 226 orang, luka berat 129 orang, dan luka ringan 1.280 orang.

“Dan kerugian materiil Rp.1.771.100.450,” kata Awi dalam jumpa pers yang disiarkan secara virtual.

Polda Jawa Timur menjadi wilayah dengan angka kecelakaan lalu lintas tertinggi dalam sepekan itu. Sebanyak 297 kecelakaan terjadi di sana selama sepekan. 51 orang meninggal dunia, 6 orang luka berat, 387 orang luka ringan, dan kerugian materiil sebesar Rp 329.050.000.

Polda Jateng menempati urutan kedua dengan 245 kecelakaan lalu lintas, 22 meninggal dunia, dua luka berat, 282 luka ringan. Dan kerugian materiil Rp211.200.000, kata Awi.

Di urutan ketiga adalah Polda Jawa Barat. Jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 113 kejadian, 30 orang meninggal dunia, 29 orang luka berat, 112 luka ringan, dan kerugian materi sebesar Rp194.450.000.

Kemudian di kawasan Polda Metro Jaya terjadi 66 kecelakaan, meninggal dunia 15 orang, luka berat 12 orang, luka ringan 58 orang, dan kerugian materi sebesar Rp93.100.000.

Kelima, Polda Yogyakarta, jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 61 kejadian, tujuh orang meninggal dunia, dua orang luka berat, 85 luka ringan, dan kerugian materiil senilai Rp43.050.000.

Tonton video "Sopir Gegara Ngantuk, Truk Bermuatan Beras Masuk Saluran Air"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / din)