Kendaraan listrik dikenal minim kebisingan alias lebih senyap.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kendaraan listrik menjadi perbincangan hangat di berbagai forum. Kendaraan yang identik dengan suara lirih ini semakin mendapat perhatian dari seluruh pelaku industri otomotif.

Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri) Direktur Keamanan dan Keselamatan Korps Polri Chryshnanda Dwilaksana mengatakan, suara yang dihasilkan kendaraan listrik harus dipikirkan kembali untuk kepentingan bersama dan keselamatan pejalan kaki dan lainnya. pengendara mobil.

“Keheningan kendaraan juga harus diperhatikan, mengingat EV (electric vehicle) merupakan kendaraan yang minim kebisingan. Jadi, pelaku industri EV harus memperhatikan regulasi minimal kebisingan agar pejalan kaki bisa mengetahui saat kendaraan melaju dan melintas. ujar Chryshnanda dalam workshop bertema "EV Industry Readiness" yang digelar Panitia Penghapusan Timbal Bensin (KPBB), Selasa (8/9).

Selain itu, pemerintah juga mendorong percepatan kehadiran kendaraan ramah lingkungan dengan menghadirkan berbagai pilihan kendaraan listrik. Mulai dari skuter listrik, sepeda motor listrik, hingga bus listrik.

Dalam urusan keselamatan lainnya, Chryshnanda juga mengatakan kecepatan kendaraan listrik ini juga perlu diperhatikan dengan cermat. “Kendaraan listrik ini diciptakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Untuk mencapai hal tersebut, pengelolaan kecepatan kendaraan listrik ini juga perlu diperhatikan guna mewujudkan keselamatan berkendara bagi pemilik dan pengguna jalan lainnya,” ujarnya.

"Selain suara yang sangat penting, kecepatan juga menjadi perhatian yang penting. Jadi, jika terjadi tabrakan dengan kecepatan 30 km / jam berpotensi menimbulkan korban jiwa yang mengakibatkan hilangnya nyawa pengguna jalan pejalan kaki," dia berkata.

sumber: Antara