Jakarta –

General Motors mengikuti langkah Honda dalam menyiasati produktivitas pabriknya di tengah krisis akibat pandemi virus Corona. Karena kekurangan orang untuk bekerja di pabrik, mereka memerintahkan karyawan kantoran untuk terlibat dalam pembuatan mobil.

Laporan terbaru dari Automotive News mengatakan GM membayar biaya kepada relawan yang merakit kendaraan di pabriknya di Missouri. Pabrik adalah tempat perakitan model van komersial Chevrolet Colorado, GMC Canyon, Chevrolet Express dan GMC Savana.

Juru bicara GM Jim Cain mengatakan jumlah pekerja kantor di jalur perakitan bervariasi dari kecil hingga besar. Pabrik biasanya mempekerjakan sekitar 4.100 pekerja berupah dan per jam. Saat ini mereka masih membuka lowongan kerja sementara sebanyak 200 slot lagi.

"Kami dapat mempertahankan tiga shift untuk memenuhi permintaan pelanggan dan dealer, sehingga dampak pada pembuatan kembali inventaris kami harus dihindari. Kami berterima kasih atas dukungan yang kami terima karena pabrik sedang mengatasi tantangan yang begitu berat," kata Cain kepada Automotive News sebelumnya. minggu ini.

Langkah ini dinilai bukan hal yang positif. Serikat pekerja AS yang tergabung dalam United Auto Workers (UAW) mengatakan kebijakan yang diambil melanggar perjanjian kerja.

"Kami sangat keberatan dengan pelanggaran kontrak ini. Serikat pekerja telah memulai proses pengaduan," komentar juru bicara UAW Brian Rothenberg.

Tidak seperti GM, karyawan Honda bukanlah bagian dari UAW. Namun, ada beberapa pihak di perusahaan yang tidak menerima strategi ini. Pasalnya, karyawan yang tiba-tiba diberangkatkan ke pabrik ini tidak diberikan pelatihan apa pun sebelum mereka datang membantu proses produksi.

Tonton Video "Tambah 2.306, Kasus Corona RI Ternyata 160.165"
[Gambas:Video 20detik]
(rip / din)