Jakarta – Meskipun ini relatif baru di pasar Low MPV Indonesia, Xpander ternyata berhasil dalam goyang pemain yang sudah memasuki pasar ini. Bahkan mobil sejuta orang Avanza pun berhasil didorong, jika melihat angka penjualan pada 2018 lalu.

Tetapi efek Xpander ini tidak hanya terasa di bisnis mobil baru. Penjual mobil bekas juga merasakan kesulitan menjual mobil mereka karena kehadiran mobil.

Mitsubishi dianggap memberikan harga yang tepat pada Xpander, sesuai fitur tetapi tidak terlalu mahal. Itu membuat konsumen lebih suka membeli mobil daripada mencari mobil bekas.

"Ketika Xpander pergi, bisnis mobil bekas cukup sulit, karena Xpander dengan spesifikasi seperti itu dijual dengan harga murah. Akibatnya, mobil bekas seperti mobilio dan teman-teman tidak lagi melihat. Tentu saja harga dan fitur Xpander akan lebih memilih untuk menginstal mobil walaupun harganya sedikit lebih tinggi, "kata Marketing Manager Berkah Jaya Mobilindo (BJM), Sonny saat ditemui di Showroom (01/04/2019).
Di sisi lain, tingginya permintaan Xpander membuat harga jual mobil di bekas masih dapat dipertahankan di nomor yang mendekati harga baru pada waktu itu. Setidaknya inilah penjual mobil bekas yang bisa meraup untung jika mereka berhasil mendapatkan Xpander bekas.

"Saya akui bahwa harga jualnya masih tinggi. Saya sudah menjual dua unit mobil, tidak sampai 2 hari di showroom, yang sudah terjual. Padahal selisih harganya hanya 10 juta dibandingkan yang baru," kata Nak.

Tingginya permintaan Xpander di pasar bekas juga didukung oleh lamanya periode inden sehingga banyak orang masih tertarik jika mobil tersebut dipajang di pasar mobil bekas.

"Dulu sudah lama, jadi Xpander, yang masih baru, memiliki setidaknya satu tahun kondisi masih baik, orang ingin membeli dengan harga bersaing dengan harga baru," simpul Sonny. (rip / kering)