Jakarta –

Seorang warga Depok mengeluhkan tidak bisa mendapatkan dispensasi perpanjangan SIM miliknya yang habis pada Juni lalu. Akibatnya, dia sekarang harus membuat ulang semua SIM-nya.

Seperti diketahui, layanan SIM tidak beroperasi saat PSBB tahap pertama dilaksanakan. Khusus di kawasan Ditlantas Polda Metro Jaya, layanan SIM akan kembali beroperasi pada 30 Mei mendatang.

Namun saat itu layanan SIM masih sangat terbatas. Jumlah penduduk yang pengajuannya dapat diterima tidak banyak. Pembatasan ini dilakukan untuk menghindari keramaian dan potensi penularan virus corona. Polisi lantas mengumumkan adanya dispensasi perpanjangan bagi warga yang SIMnya habis dalam jangka waktu tertentu. Dispensasi sebenarnya diperpanjang.

Saat itu, Kepala Direktorat Lalu Lintas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kompol Lalu Hedwin menyampaikan langsung kepada detikOto perihal dispensasi SIM tersebut. Dispensasi diberikan kepada warga yang SIMnya habis pada periode 17 Maret-30 Juni.

[Baca Juga: SIM Mati pada Juni 2020, Masih Dapat Dispensasi Kok!]

“Jadi bagi pelamar yang SIMnya habis pada Juni 2020 tidak perlu khawatir karena masih akan mendapat dispensasi. Memang sejak 29 Mei sudah kami umumkan bahwa dispensasi perpanjangan masa berlaku SIM diperpanjang hingga 30 Juni 2020. Jadi bagi pelamar yang masa berlaku SIMnya habis mulai 17 Maret hingga 30 Juni 2020 akan mendapat dispensasi, "kata Hedwin di detikOto, awal Juni lalu.

Namun, kini muncul keluhan dari masyarakat bahwa mereka tidak mendapatkan dispenas untuk perpanjangan SIM seperti tersebut di atas.

Ilustrasi HUT ke-74 Bhayangkara, Ditlantas Polda Metro Jaya memberikan layanan penerbitan SIM gratis bagi para penggali kuburan yang menangani korban COVID-19. Foto: Grandyoz Zafna

“Jadi saya dan istri saya bulan Juni (SIMnya habis). Saya tanggal 17 Juni 2020. Istri saya Mei 2020. Selama masa PSBB awal April, kami tinggal di rumah, jadi kami semua tinggal di rumah, Saya tinggal di rumah. Baca dan baca berita, jadi saya lebih tenang karena kantor polisi juga tutup, ”Ismet memulai.

Artinya SIM saya habis bulan itu. Karena saya baca dead news (SIM) bulan Juni tidak apa-apa saya tinggal di rumah. Saya baca lagi berita bisa diurus sampai Agustus 2020, lalu akhirnya saya ambil. urus agustus 2020. ternyata di depok ada dua orang polisi, ada polisi depok dan polisi pasar segar, sama-sama saya datangi. malahan keduanya bilang hanya sampai akhir mei bisa diperpanjang (bisa disalurkan), ”lanjut Ismet.

Dengan berat hati, Ismet harus pulang dengan tangan hampa tanpa bisa memperpanjang SIM-nya. Saat itu dia hanya bisa memperbaharui SIM istrinya.

“Di spanduk SIM yang mati sejak tanggal ini hingga 29 Mei 2020 bisa diperpanjang hingga Agustus 2020. Akhirnya saya baru memperpanjang SIM istri saya. Ini diinisiasi ke Polsek Pasar Segar ( untuk mengurusnya). Akhirnya saya ke Polsek Depok untuk konfirmasi lagi, akhirnya dikatakan Benar kata petugas polisi bilang bulan juni tidak memungkinkan, harus bikin yang baru Akhirnya saya pulang, "kata Ismet.

“Jadi minggu depan terpaksa saya bikin yang baru, saya coba bikin yang baru tapi enggak mau nembak atau lewat jalur belakang. Saya mau bikin sesuai aturan, toh aturannya harus ditaati, makanya saya pakai aturannya dan saya mendaftar untuk membuat SIM A dan C. Ada tes kesehatan, ada pembayaran asuransi, ada tes tertulis dan kedua tes itu lulus. Lalu ada tes praktik, "tambah Ismet.

ilustrasi layanan mobile SIM yang dilakukan di Bekasi City Square. Warga tampak tertib saat mengajukan SIM, Jumat (19/6/2020). Foto: Rengga Sancaya

Sayangnya, saat Ismet melakukan tes praktik untuk mendapatkan SIM baru, Ismet gagal. Padahal, Ismet sudah mendaftar sebanyak 3 kali dan menjajal tes SIM pick-up di Depok, Jawa Barat.

Mobil untuk tes pakai Grand Max tidak bisa manual, tes pertama gagal. Motor gagal, karena saya tidak terbiasa membawa motor. Karena motor harus pakai motor. Motor di Polsek Mereknya Yamaha Transmisi Matic, Saya pilih matic sama seperti milik saya (Automatic motor) Tapi tetap gasnya beda dan remnya beda jadi tidak stabil akhirnya gagal. Hari sabtu. Dan bulan September 12 Saya menjalani tes ketiga saya, setiap Sabtu saya pergi ke sana, "kata Ismet.

“Saya berlatih selama 3 minggu, tes pertama Agustus-September lalu. Saat tes pertama saya gagal pada hari sabtu, hari minggu saya berlatih mengendarai motor dengan anak saya di antara mereka. Saya menggunakan sepeda motor sendiri agar lancar, karena motor disana ada. berbeda. Selanjutnya tempat latihan mobil digunakan untuk parkir. Intinya saya gagal tes pertama, kemudian minggu berikutnya saya datang untuk belajar, dan minggu kedua saya tes lagi tapi masih gagal mobil dan motor, dan tes ketiga akhirnya saya Berkecil hati. Saya sudah di rumah selama 2 minggu., kata istri saya nanti setelah pandemi ini berakhir, "kata Ismet.

Tentang warga & # 39; Pengaduan tersebut, tim redaksi detikOto telah berusaha menghubungi pihak kepolisian. Namun hingga saat ini belum ada konfirmasi dan jawaban telah diberikan.

Tonton Video "Polri Masih Tutup Layanan SIM-STNK Hingga 29 Juni"
[Gambas:Video 20detik]
(lth / din)