Jakarta – Dalam menyambut era kendaraan ramah lingkungan, pemerintah menyiapkan program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Tetapi pemerintah juga tidak menghentikan program Penghematan Bahan Bakar dan Harga Terjangkau (KBH2) atau Biaya Rendah dan Mobil Hijau (LCGC).

Ini berarti bahwa pemerintah berencana untuk melanjutkan program, tetapi dengan ketentuan yang lebih ramah lingkungan.

Ketua Umum Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengatakan bahwa aturan mobil LCGC masih dalam tahap desain sehingga mereka tidak bisa mengatakan secara detail.

"Kami masih melakukan ini (dirancang). Karena LCGC adalah mayoritas di Indonesia. Dan kami akan melanjutkan proyek ini karena ini cukup baik," kata Nangoi setelah konferensi pers GIIAS di Jakarta.

Ketika disebutkan peraturan tentang LCGC volume 2 akan bertepatan dengan pengumuman harmonisasi tarif pajak mobil listrik LCEV. "Semoga nanti (April)," kata Nangoi.

Untuk mengetahuinya sekarang produsen kendaraan LCGC melalui Peraturan Menteri Perindustrian No. 33 tahun 2013, konsumsi bahan bakarnya harus minimal 20 km / liter. Salah satu dari 2 kebocoran LCGC akan lebih tinggi lagi, bahkan disebutkan itu harus mampu menembus 23 km / liter. (riar / ddn)