Bogor – Wuling Motors sepertinya tidak mau hanya main-main di Indonesia. Dalam waktu kurang dari dua tahun, pabrikan Cina itu memiliki 91 dealer jaringan dengan 3 model kendaraan yang dijual. Bahkan tahun ini, Wuling menambahkan investasi sebesar Rp9 triliun.

Injeksi dana dari prinsipal dialokasikan oleh Wuling Motors Indonesia untuk memperluas bisnisnya dan juga penelitian untuk mengembangkan produknya.

"Penambahan investasi tahun ini adalah untuk menambah dealer, memperluas pemasok, dan juga mengembangkan produk. Pengembangan Wuling di Indonesia masih sangat lama dan kantor pusat kami (prinsipal) juga melihat potensi besar di pasar Indonesia. Jadi mereka ingin menjadi serius, "kata Wakil Presiden Kendaraan, Wuling Motors Penjualan, Layanan dan Pemasaran (VSSM), Cindy Cai dalam pengenalan Wuling Almaz, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

"Karena itu, kantor pusat (prinsipal) akan terus memberikan suntikan dana sehingga produk kami terus lebih dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia. Sehingga akan selalu menjadi baru (investasi) setiap tahun," lanjutnya.

Dia juga mengatakan, Wuling Motors memiliki Riset dan Pengembangan (RnD) khusus untuk pasar Indonesia. Tetapi tidak bisa dikatakan dengan pasti, apakah fasilitas itu akan ada di Indonesia atau tidak.

"Indonesia adalah pasar yang sangat penting bagi Wuling. Memang, di kantor pusat ada insinyur khusus yang meneliti dan mengembangkan produk kami di Indonesia. Jadi memang aspek-aspek penting seperti itu telah dipikirkan oleh mereka. Kami memiliki komitmen yang panjang di sini," kata Cindy .

Sebelumnya berita Wuling Motors menerima suntikan dana sebesar Rp. 9 triliun disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kementerian Perindustrian) Haris Munandari. Disebut, Wuling akan membangun RnD untuk pasar Indonesia sendiri.

Dengan begitu, Wuling akan menjadi produsen otomotif domestik kedua yang membangun RnD khusus setelah Isuzu dan Daihatsu.

"Mereka harus menyesuaikan diri dengan pasar sehingga mereka juga perlu berinvestasi dalam R&D," kata Haris.

"Investasi dalam industri otomotif berbeda, sehingga tidak mudah bagi orang untuk masuk ke sana. Jadi, dia harus memeliharanya, misalnya kebutuhan purna jual, ketersediaan suku cadang, yang kesemuanya bisa menjaga kepercayaan," lanjutnya. (ruk / rgr)