Fasilitas pengisian listrik adalah yang kedua di Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Mobil listrik tidak dijual secara resmi di dalam negeri, tetapi sejumlah agen pemegang merek (APM) telah menyiapkan strategi khusus jika kendaraan yang diklaim ramah lingkungan itu beraspal di Indonesia.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh PT Mercedez Benz yang meresmikan depot pengisian listrik untuk kendaraan listrik yang akan dipasarkan di masa depan.

"Meskipun kami belum menjualnya, kami telah menyiapkan infrastruktur terlebih dahulu, sehingga konsumen impor dapat menggunakannya, ini juga dapat digunakan untuk mobil hybrid," kata Hari Arifianto, Wakil Direktur Komunikasi Pemasaran di PT Mercedes Benz Distribution Indonesia, Jumat (25/1)

Fasilitas pengisian listrik adalah yang kedua setelah fasilitas serupa sebelumnya dipasang di Plaza Indonesia. Sejumlah dealer juga sudah dipersiapkan dengan fasilitas serupa jika kebijakan mobil listrik diwujudkan tahun ini.

Sebelumnya, Mercedes Benz telah membawa seri E350E dan C 35E pada tahun 2017 untuk memperkenalkan pasar mobil listrik di negara ini. "Harganya masih cukup mahal dibandingkan mobil biasa," katanya.

Selain fasilitas pengisian listrik, PT Mercedes Benz juga mendirikan warung kopi di daerah Cilandak, Jakarta Selatan.

Selain tempat untuk bersantai, di sebuah toko berukuran 160 meter persegi yang penuh dengan nuansa Mercedes Bens, konsumen juga dapat membeli berbagai suvenir eksklusif Mercedes Benz.

Konsumen juga dapat mengetahui lebih lanjut tentang produk-produk Mercedes Benz di negara ini, termasuk jika Anda ingin memesannya. "Ini adalah kafe pertama kami di dunia," kata Hari.

Sepanjang tahun ini PT Mercedes Benz akan memasarkan 10 unit produk terbarunya. Salah satunya yang telah dipasarkan adalah E350 EQ Boost. Kehadiran sedan mewah yang ditawarkan seharga Rp 1,499 miliar per unit off the road diharapkan dapat memperkuat dominasi pasar sedan premium yang dikuasai pabrikan asal Stuttgart, Jerman.

Teknologi EQ Boost diperkenalkan di negara itu tahun lalu. Teknologi ini memungkinkan kendaraan untuk tetap bertenaga di berbagai tingkat kecepatan sambil memprioritaskan efisiensi bahan bakar.

Ini berkat keberadaan daya baterai untuk mendukung kinerja mesin bensin. Selain akselerasi yang lebih baik, baterai juga dapat mengisi ulang energinya saat kendaraan menginjak rem atau meluncur tanpa menginjak pedal gas.