Surabaya – Sepeda motor yang digunakan oleh warga umum belum bisa merasakan jalan tol dengan rute antar kota atau antar provinsi. Tetapi untuk sepeda motor resmi yang digunakan oleh petugas polisi, mereka dapat mengakses jalan tol di mana saja untuk keperluan patroli atau pengawalan.

Salah satu petugas polisi yang mengakses ruas Jalan Tol Trans Jawa baru-baru ini adalah sepeda motor BMW K 1600 B milik Denwal Korlantas, Markas Besar Kepolisian Nasional. Tercatat ada 4 unit BMW K 1600 B, yang mengawasi agenda FOCI Tour Trans Java 2019 pada 1-3 Maret kemarin.

Lantas apa kesan mengendarai sepeda motor di Jalan Tol Trans Jawa, Jakarta – Surabaya yang memiliki jarak hampir 700 km? "Jadi kemarin kami mengantar kelompok Ferrari dari Jakarta ke Jawa Timur, untuk jalan tol, itu cukup baik," kata AKP Paurwal Korlantas Djoko Prihantono, di Surabaya.

Menurut Djoko, masih ada beberapa ruas jalan Trans Jawa yang memiliki karakter bergelombang. "Di ruas tol Jawa Tengah, ada beberapa ruas yang bergelombang. Jadi kendaraan harus lebih hati-hati," lanjut Djoko.

"Yah, begitu kita memasuki jalan tol Solo-Surabaya, itu sangat bagus karena tidak ada yang bergelombang. Hanya ada di sana ketika hujan ada beberapa genangan air. Itu juga berbahaya," katanya lagi.

"Jangankan sepeda motor, mobil itu pasti berpotensi dibalik karena aquaplanning. Jadi genangan air tidak bisa kena. Jadi kemarin motor sedikit direm untuk mengurangi laju," lanjut Djoko.

Djoko sendiri mengatakan bahwa ia sering mendapat tugas memeriksa kesiapan Jalan Tol Trans Jawa. "Tidak baru-baru ini. Saya juga sering menggunakan Victory menggunakan Harley jika saya survei jalan. Misalnya, dari Jakarta jalan dengan Menteri terkait seperti PUPR atau dengan BPJT. Jalan tol yang layak atau tidak digunakan. Seperti jalan tol Malang kami, kami "Akan diuji lagi nanti. Kita ulas lagi. Sehingga orang bisa pulang dengan lancar," kata Djoko. (lua / lth)