Jakarta – Seminggu yang lalu, Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta jalur khusus untuk sepeda motor di jalan tol. Namun penolakan dari masyarakat cukup sulit. Mayoritas menolak ide yang dianggap membahayakan pengguna sepeda motor.

Ini bisa dilihat dari hasil polling yang diadakan detikOto, baik di situs detikOto, dan detikOto akun media sosial baik di Twitter atau Facebook dan Instagram. Rata-rata, hampir 70 persen menolak sepeda motor yang memasuki jalan tol.

Di Twitter, 64 persen orang menolak sepeda motor memasuki jalan tol.

[Gambas:Twitter]

"Itu tidak selalu nama persamaan yang harus memiliki perasaan yang sama. Yang benar adalah porsinya. Pengendara Indonesia terlalu banyak yang masih gila dan tidak tertib. Menempatkan sepeda motor di jalur cepat tidak hanya berbahaya , itu tidak efisien, "tulis netizen Bogiva Mirdyanto.

Di akun Facebook, 61 persen responden menolak memasuki sepeda motor di jalan raya.

"Jika orang ingin merasakan pemerataan jalan, itu berarti mereka tidak harus memasuki jalan raya tanpa min, hanya jalan / publik / dll yang tidak berongga atau mulus, namanya menikmati pengembangan untuk orang, kami membayar jalan tol bukan gratis, "tulis Suheri Sanjaya.

Penolakan serupa datang dari pengguna Instagram Foto: Instagram / detikoto

Meskipun mayoritas menolak, ada juga orang yang setuju dengan ide ini, termasuk jalan arteri.

"Saya sangat setuju bahwa ada banyak kecelakaan sepeda motor di jalan arteri yang sering disebabkan oleh jalan rusak dan kendaraan besar. Ditambah dengan kendala yang sama mencoloknya dengan ternak yang tiba-tiba lewat. Kendaraan besar yang bergabung dengan sepeda motor. Serangan Raya , "tulis akun Ali Chaidar Alhadar di Facebook.

(ddn / ddn)