Jakarta –

Pengemudi ojol online diizinkan membawa penumpang kembali ke fase normal baru. Syaratnya adalah mereka harus memenuhi standar protokol kesehatan yang ditentukan, salah satunya menggunakan perangkat partisi (partisi) yang dipasang di bagian belakang driver.

Penggunaan partisi di antara pengemudi ojol juga membawa banyak cerita menarik, salah satunya diungkapkan oleh mitra pengemudi GrabBike dari kota Yogyakarta yang hangat, Adhitya Saputra.

Dengan menggunakan perangkat partisi ojol, Adhitya sering dibilang seperti karakter boneka, Gatotkaca. "Kowe iki koyo Gatotkaca (Anda seperti Gatotkaca)," kata Adhitya, dalam keterangan resminya, Rabu (6/10/2020).

Adhitya menjelaskan, selama minggu pertama menggunakan perangkat, ia menjadi pusat perhatian di jalanan. "Saya salah satu mitra GrabBike di kota Yogyakarta, yang pertama kali mendapatkan peralatan pelindung. Alat ini digunakan untuk melindungi saya dari epidemi tak kasat mata yang bisa saya dapatkan di jalanan," jelasnya.

Tidak hanya meningkatkan perlindungan kesehatan, Adhitya mengklaim bahwa partisi membuatnya nyaman dalam membuka komunikasi dengan penumpang.

"Para penumpang yang saya bawa sering membuka percakapan saja. Kadang-kadang bicara ringan, kadang-kadang bahkan bertanya tentang fungsi ini. Saya senang menjawabnya. Sebelum menggunakan ini, beberapa penumpang sering menjaga jarak dengan sepeda motor. Sekarang mereka merasa lebih aman ketika mengobrol dengan saya , "katanya lagi.

Mengenai keamanan, Adhitya mengakui, perangkat bernama GrabBike Protect bisa menjadi semacam pengingat untuk menjaga kecepatan aman saat mengangkut penumpang. "Bentuknya memang aerodinamis, sehingga tetap aman digunakan pada kecepatan normal sekitar 60-90 km / jam," tambahnya.

"Terlebih lagi, saya juga selalu siap untuk masker tambahan, pembersih tangan, dan kain lap. Siapa pun yang naik, saya semprot tangannya. Ketika dia turun, sepeda motor yang saya semprotkan, begitu juga pelindungnya. Jadi aman untuk penumpang berikutnya. Pandemi tidak berhenti "Saya harus melanjutkan bisnis saya. Tetap bekerja dan melayani dengan sepenuh hati, "jelasnya.

Sebagai informasi, persiapan untuk normal baru di Yogyakarta sedikit berbeda dari kota-kota besar lainnya di Indonesia. Yogyakarta tidak menerapkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) selama pandemi COVID-19. Hanya Batasan Kegiatan Masyarakat (PKM). Taksi ojek online masih diizinkan membawa penumpang dan beroperasi di jalan.

Lihat video "Pengemudi Ojol yang Antusias Dapat Mengambil Lebih Banyak Penumpang"
[Gambas:Video 20detik]
(lua / din)