Jakarta –

Seorang pria muda dari Meerut, Uttar Pradesh, India mengaku positif terkena virus Corona. Untuk memastikan kondisinya memerlukan tes usap, tetapi karena alatnya terbatas membuat petugas kesehatan di India lebih selektif. Entah karena jengkel atau hanya untuk menarik perhatian, pemuda itu mati-matian memblokir mobil di jalan.

Mengutip Cartoq, Sabtu (20/6/2020) Peristiwa itu terjadi di Begumpul Chowraha, Meerut. Pria muda itu menuntut tes COVID-19 dari pihak berwenang. Dia mulai menghentikan kendaraan di lokasi itu dan bahkan melompat di depan mobil. Dia mengaku positif COVID-19.

Pria muda itu mengaku telah menderita gejala COVID-19 sejak lama. Dia benar-benar mencoba untuk menghubungi otoritas kesehatan dan pusat tes COVID-19 lain yang relevan, tetapi tidak ada yang datang untuk membantunya. Kemudian dia menuntut tes dari polisi.

Pemuda ini didesak untuk memahami prosedur, tetapi karena ia merasa diabaikan pemuda yang belum mengidentifikasi identitasnya mencuri perhatian dengan memblokir mobil, kemudian berbaring di depannya. Dia terus bersikeras dan mengatakan bahwa dia ingin segera menjalani tes COVID-19.

Kerja kerasnya membuahkan hasil, polisi kemudian memanggil ambulans dan meminta orang ini untuk mengambil tes COVID-19 di rumah sakit.

Polisi belum mengambil tindakan terhadap pria ini karena mereka sedang menunggu hasil tes dan akan memutuskan setelah hasil tes COVID-19 keluar.

Perlu dicatat bahwa banyak negara telah membuat peraturan sebelum seseorang dapat dites untuk COVID-19. Ada beberapa kondisi kesehatan yang harus ditunjukkan oleh pasien sebelum tes COVID-19 dilakukan. Ini karena alat uji terbatas.

India adalah negara terburuk keempat di dunia dengan lebih dari 354.000 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi – walaupun pengujian COVID-19 masih terbatas yang berarti jumlah sebenarnya cenderung jauh lebih tinggi.

Korban tewas melonjak lebih dari 2.000 menjadi 11.900 pada Rabu (17/6), setelah Mumbai dan New Delhi memperbarui data mereka.

Pemerintah India dipuji pada akhir Maret karena memberlakukan aturan kuncian paling ketat di dunia. Tetapi jutaan pekerja migran berakhir tanpa pekerjaan dan karena mereka tidak dapat kembali ke rumah, mereka terkadang ditahan di fasilitas yang penuh sesak yang meningkatkan risiko penularan.

Tonton Video "India Mulai Bersantai Di Tengah Peningkatan Kasus Korona"
[Gambas:Video 20detik]
(riar / din)