Jakarta –

Meski diizinkan beroperasi, perusahaan bus AKAP masih menghadapi kendala besar dalam bisnisnya. Di sisi lain, perjalanan ilegal marak dalam mengangkut pelancong ilegal, dan pemerintah dinilai ragu-ragu dalam mengimplementasikan PSBB.

Hal ini dikemukakan oleh pemilik PO Sumber Sumber Bus, Anthony Steven Hambali, dalam percakapan dengan detikOto. Meskipun pemerintah beberapa hari yang lalu telah mengizinkan perusahaan akuntansi untuk beroperasi dengan berbagai aturan ketat, bisnis bus antar kota antar provinsi masih merana.

Secara khusus ia menyoroti satu tangga yang mengatakan bahwa penumpang harus memiliki surat tugas. Namun, tidak ada aturan yang jelas dan terperinci tentang masalah yang disampaikan kepada perusahaan otobus.

"Hari ini saya membuka rute Jakarta-Yogyakarta, tetapi tidak ada penumpang yang bisa memenuhi persyaratan untuk berangkat. Apa persyaratannya? Surat tugas, jika TNI-POLRI jelas dari atasan," kata Anthony.

"Yang aneh adalah penugasan pribadi, ini adalah pernyataan yang ditandatangani oleh surat dari kepala desa. Ini sangat ambigu. Selain itu sertifikat kesehatan ini juga ambigu. Selanjutnya, sertifikat kematian atau dokumen kesehatan juga ambigu, meskipun ini dapat masih bisa didapat, "kata Anthony.

Anthony melanjutkan, sebenarnya sangat mudah bagi calon pelancong untuk mendapatkan surat dan dokumen palsu yang memungkinkan mereka untuk pulang.

Perusahaan Otobus (PO) Putera Mulya baru saja meluncurkan layanan Bus Trans Jawa, di Pulogebang, Jakarta Timur, Kamis (14/2). Bus ini mampu melaju 120 km / jam di jalan tol. Foto: Agung Pambudhy

Dia juga menyoroti tindakan yang dilakukan oleh pemilik agen perjalanan yang menyelundupkan pelancong secara ilegal. Dikatakan bahwa agen perjalanan hanya tunduk pada Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Transportasi Jalan, di mana denda hanya Rp. 500.000. Bahkan, dari satu penumpang saja, perjalanan terlarang bisa menjadi Rp 500.000 hingga Rp 700.000.

"Artinya, jika Anda tertangkap, ya (seperti hanya kalah) Anda akan kehilangan satu penumpang. Misalnya, jika (agen perjalanan) dilepaskan lagi, maka masalahnya akan terpecahkan. Ini akan mengulangi masalah (mengangkut wisatawan), " dia melanjutkan.

Anthony menilai pemerintah harus menyediakan tes cepat di satu lokasi keberangkatan, setelah itu pastikan bus AKAP tidak berhenti di sembarang tempat dan hanya berhenti jika sampai di kota tujuan.

"Ketika dia tiba di kota tujuan, pemerintah segera memberikan pemeriksaan ulang agar lebih aman," tambah Anthony.

Penasaran bagaimana cara curhat sekaligus saran yang diberikan oleh pemilik PO Bus Sumber Alam. Lihat video berikut.

Tonton Video "Mencegah Pemulangan yang Membandel, Pemeriksaan Truk di Tol Cikarang Barat Diperketat"
[Gambas:Video 20detik]
(lth / din)