Jakarta –

Saat pandemi COVID-19 seperti sekarang, masker menjadi kebutuhan wajib untuk kita gunakan sebelum beraktivitas. Ini juga berlaku untuk pengendara sepeda motor. Karena saat tidak menggunakan masker, detikers bisa terkena virus Corona dan bisa dihukum karena tidak memakai masker.

Nah di video dari Dinas Perhubungan Kediri mungkin ini jawabannya, detikers. Memang, awalnya pengemudi ini menegur pilihan menggunakan masker daripada masker saat ditegur petugas Dishub melalui kamera CCTV. Namun, petugas Dishub tersebut membalas dengan lelucon yang menyenangkan.

Selamat siang selamat datang di perempatan Ahmad Yani, kami dari Kelurahan Kediri sudah mengimbau kepada pengendara roda dua yang memakai kaos merah. Iya yang melambai ke arah kamera mohon di pakai masker sesuai dengan ketentuan. arahan protokol kesehatan. Maaf, bukan masker untuk kecantikan. Bro, tapi masker yang menutupi mulut. Wah, lucu-lucuan. Tahukah kamu apa kesamaan antara masker dengan masker? Keduanya bisa melindungiku, eaaa, " kata petugas dishub.

[Gambas:Instagram]

Sekali lagi detikcom mengingatkan seluruh pengendara sepeda motor untuk terus menggunakan masker. Karena kalau tidak pakai topeng bisa dihukum, misalnya untuk wilayah Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Undang-Undang dan Tata Tertib Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Virus Corona 2019.Salah satu peraturannya mengatur denda progresif bagi warga yang tidak memakai masker selama Transisi PSBB.

Pasal 5 Pergub menyebutkan bahwa setiap warga negara wajib memakai topeng saat berada di luar rumah. Jika tidak memakai topeng, akan dikenakan sanksi pekerjaan sosial dan denda administrasi hingga Rp 250 ribu.

“Setiap orang yang tidak mengenakan topeng sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf a dikenakan sanksi pekerjaan sosial berupa pembersihan fasilitas umum dengan mengenakan rompi selama 60 (enam puluh) menit atau denda administrasi paling banyak. Rp 250.000 (dua ratus lima puluh) ribu rupiah), "bunyi Pasal 5 seperti yang dilihat detik.com.

Jika warga yang melakukan pelanggaran tidak berulang kali memakai masker, Pemprov DKI akan memberlakukan denda progresif atau menggandakannya. Di Pergub, denda progresif karena tidak memakai masker saat keluar rumah di tengah transisi PSBB bisa mencapai Rp. 1 juta.

Berikut pasal 5 ayat 2 yang mengatur denda progresif bagi warga negara yang tidak memakai masker berulang kali:

(2) Setiap orang yang mengulangi pelanggaran dengan tidak mengenakan topeng sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dikenakan sanksi pekerjaan sosial atau denda administratif dengan ketentuan sebagai berikut:

Sebuah. pelanggaran berulang 1 (satu) kali dikenakan pekerja sosial membersihkan fasilitas umum dengan mengenakan rompi selama 120 (seratus dua puluh) menit atau denda administrasi paling banyak Rp500.000 (lima ratus ribu rupiah);
b. pelanggaran berulang sebanyak 2 (dua) kali diancam dengan pekerjaan sosial membersihkan fasilitas umum dengan mengenakan rompi selama 180 (seratus delapan puluh) menit atau denda administrasi paling banyak Rp 750.000 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah); dan
c. pelanggaran berulang sebanyak 3 (tiga) kali dan selanjutnya dikenai pekerjaan sosial membersihkan fasilitas umum dengan mengenakan rompi selama 240 (dua ratus empat puluh) menit atau denda administrasi paling banyak Rp1.000.000 (satu juta rupiah).

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta tengah menyusun aturan denda progresif bagi pelanggar PSBB transisi. Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengatakan, pihaknya saat ini sedang menyusun regulasi bersama Biro Hukum Provinsi DKI Jakarta.

Tonton video "Bentuk Topeng Rp.22 Miliar, Buatan Israel, Dilapisi Emas dan Berlian"
[Gambas:Video 20detik]
(lth / rgr)