Jakarta – Kawasaki telah meninggalkan balapan MotoGP cukup lama. Sejak 2010, pabrikan Jepang secara resmi meninggalkan balapan dan fokus pada acara WorldSBK.

Dalam ajang SBK World, Tim Balap Kawasaki mencatat skor terbaik, pada 2013 mereka memenangkan kejuaraan bersama Tom Sykes, dan empat tahun terakhir berturut-turut dapat mempertahankannya dengan pembalap Irlandia Utara Jonathan Rea.

Mengutip Speedweek, Rabu (4/4/2019) mengatakan bahwa Kawasaki Heavy Industries (KHI) banyak berinvestasi dalam teknologi ZX-10RR di SBK World. Bahkan dengan Kawasaki juga merupakan pembalap Superbike termahal.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Promotor Dorna ingin mendorong Kawasaki untuk kembali ke Kejuaraan Dunia MotoGP dengan aturan-aturan ini. "Ya, itulah yang dikatakan sebagian orang," kata Pemimpin Proyek Kawasaki ZX-10RR Yoshimoto Matsuda yang dikutip dari Speedweek, Rabu (4/10/2019).

"MotoGP bukan cara yang tepat bagi kami. Anda harus berpikir tentang apa yang diminta MotoGP Anda, teknik apa yang diperlukan untuk itu. Dan apa yang membawa Anda. Jika kami memperhitungkannya, MotoGP bukanlah pilihan kami," Matsuda melanjutkan .

Namun Direktur Tim Tim Kawasaki Racing, Ichiro Yoda mengatakan bahwa balapan MotoGP 10 kali lebih mahal daripada SBK World. Dia tidak menolak aspek keuangan sebagai salah satu pertimbangan Kawasaki.

"MotoGP terlalu mahal untuk Kawasaki, itu adalah keputusan keuangan kita. Biaya MotoGP sepuluh kali lebih banyak daripada SBK – setidaknya. Untuk MotoGP Anda memerlukan 60 atau 70 juta euro per tahun, Honda menghabiskan 100 juta," Yoda kata Speedweek.

"Selain itu, kami tidak dapat meyakinkan manajemen puncak Kawasaki untuk tempat kelima di Kejuaraan Dunia MotoGP. Mereka mengharapkan kemenangan – apa pun kategorinya. Itulah sebabnya Superbike lebih masuk akal bagi Kawasaki dari perspektif finansial," jelas Yoda. (riar / lth)